ILUSTRASI. Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak (KONTAN/Ivanka Rahmana)
Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026.
Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak mengatakan, kontribusi bruto perusahaan tumbuh sekitar 20% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi senilai Rp370 miliar hingga Juni 2026.
"Capaian ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap solusi perlindungan berbasis syariah masih terus berkembang, sekaligus mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang kami jalankan," kata Hilman kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Minat Investasi Obligasi Cukup Tinggi, Bisnis Wealth Management KB Bank Melonjak
Kinerja tersebut mencuat di tengah kinerja industri asuransi umum yang masih tertekan. Data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 5,03% YoY menjadi Rp 62,76 triliun per Mei 2026, melanjutkan tren pelemahan yang sudah terlihat sejak April 2026.
Hilman menjelaskan, pertumbuhan kontribusi tersebut mayoritas masih ditopang oleh segmen asuransi kendaraan bermotor yang menjadi kontributor terbesar dalam portofolio Zurich Syariah. Segmen ini tumbuh solid berkat permintaan yang tetap baik serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan kendaraan.
Selain itu, lini bisnis perjalanan dan properti turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kontribusi bruto perusahaan pada periode tersebut.
Melihat capaian pada semester pertama, Hilman optimistis perusahaan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, dengan tetap mengedepankan kualitas bisnis dan profitabilitas yang sehat.
Baca Juga: Manajemen Danamon Akui Pembatasan Valas BI Mulai Berdampak ke Transaksi Bank
Untuk mencapai target tersebut, Zurich Syariah akan fokus pada tiga strategi utama, yakni penguatan kemitraan distribusi, peningkatan kapabilitas digital untuk memperkuat pengalaman nasabah, serta penerapan underwriting dan manajemen risiko yang disiplin.
"Kami berharap dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan syariah sekaligus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Hilman.
Sebagai informasi, OJK mencatat risk based capital (RBC) industri asuransi umum dan reasuransi secara agregat masih terjaga di level 319,12% per Mei 2026, jauh di atas batas minimum 120%, meski dari sisi pendapatan premi industri masih tertekan akibat perlambatan aktivitas ekonomi di sejumlah sektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Zurich Syariah
- Pendapatan Kontribusi Bruto
- Kontribusi Bruto
- kinerja Zurich Syariah