YPMAK dukung pengelolaan asrama putra Saulus Populi di Timika - ANTARA News Papua Tengah

2026/09/11

Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, bermitra dengan Keuskupan Timika dalam mendukung pengelolaan Asrama Putra Saulus Populi yang saat ini menampung 120 pelajar asal wilayah pesisir Kabupaten Mimika.

‎Pembina   Asrama Putra Saulus Populi Keuskupan Timika Suster Agnita Degei SRM di Timika, Kamis   mengatakan dukungan YPMAK diberikan melalui kemitraan dengan Keuskupan Timika, sementara pengelolaan asrama dilakukan oleh pihak keuskupan.

‎"Kalau YPMAK bermitra dengan Keuskupan. Itu seluruh biaya memang langsung diberikan kepada Keuskupan. Jadi kami hanya diberikan oleh Keuskupan untuk mengelola," ujarnya.

Ia menjelaskan asrama tersebut dihuni pelajar tingkat SMP, SMA dan SMK yang hampir seluruhnya berasal dari wilayah pesisir. Tahun ini, terdapat sekitar 60 anak baru yang diterima untuk tinggal di asrama.

Dukungan pengelolaan asrama tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menunjang proses pendampingan pendidikan bagi para penghuni.

‎Asrama memiliki lima kamar dengan kapasitas sekitar 28 anak setiap kamar. Namun, pembagian kamar kerap berubah karena para penghuni cenderung memilih tinggal bersama teman yang berasal dari kampung yang sama.

‎"Pada dasarnya belum bisa adaptasi dengan teman dari kampung. Jadi mereka masih sering cari teman satu kampungnya walaupun semua ini sama-sama dari pesisir," jelas dia.

‎Suster Agnita mengatakan pihak asrama juga berupaya mengarahkan para penghuni ke sekolah yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pendidikan mereka.

‎Dalam tiga tahun terakhir, pengelola lebih banyak menentukan sekolah bagi para penghuni, di antaranya SMP YPPK  Bernardus, SMA YPPK Tiga Raja dan SMK Tunas Bangsa.

‎Langka tersebut dilakukan karena sebagian anak cenderung memilih sekolah yang dianggap lebih santai dan memiliki tuntutan disiplin yang lebih rendah.

‎Selain pendidikan formal, pengelola memberikan pendampingan tambahan melalui kegiatan membaca, menghitung dan menulis untuk membantu anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam kemampuan dasar.

‎"Kita pembina bisa kerja sama untuk mendampingi mereka lebih intens supaya mereka lebih belajar bagaimana bertanggung jawab pada diri sendiri," ujarnya.

‎Ia berharap dukungan berbagai pihak terhadap pengelolaan asrama dapat berjalan beriringan dengan pendampingan yang lebih intensif sehingga para pelajar tidak hanya mendapatkan fasilitas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menyelesaikan pendidikan.

‎"Minimal bahwa, saya datang ke sini tujuannya mau sekolah. Ini yang kita harus memberi motivasi lebih keras lagi kepada mereka supaya benar sadar bahwa pendidikan itu penting," pungkas dia.

Pewarta: Marselinus Nara/Rachmat J
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.