Yogyakarta menyiapkan ekosistem data UMKM yang akurat dan berkelanjutan

2026/08/24

Yogyakarta menyiapkan ekosistem data UMKM yang akurat dan berkelanjutan

Senin, 24 Agustus 2026 22:25 WIB

Image Print

Kantor Wali Kota Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Yogyakarta, DIY, melakukan pendataan usaha kecil dan mikro (PUKM) guna menyiapkan data pelaku UMKM, yang akurat dan berkelanjutan.

"PUKM 2026 harus dipandang sebagai bagian dari proses pembaruan data yang berkelanjutan, bukan kegiatan satu kali yang berhenti setelah target terkumpul," kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, perubahan lokasi, skala, tenaga kerja, pasar, teknologi, kepemilikan, dan kondisi usaha dapat berlangsung dari waktu ke waktu, sehingga data UKM perlu dipantau, diverifikasi, dianalisis, dan diperbarui secara berkala agar mencerminkan keadaan sebenarnya.

"Kami mengoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan, mengolah serta menganalisis data, melakukan monitoring dan evaluasi, dan mempublikasikan hasil pendataan," katanya.

Dia mengatakan, dalam pendataan, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan arahan dan dukungan teknis, sedangkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian bersama BPS berperan memberikan pengarahan untuk menjaga kualitas data.

Sementara Tim Pokja (Kelompok Kerja) PUKM melaksanakan pemantauan capaian, verifikasi, pelaporan, dan koordinasi lapangan secara sistematis, pelaporan dilakukan secara berkala setiap bulan dan monitoring serta evaluasi dilaksanakan secara periodik.

"Pola kerja ini penting untuk membangun siklus data yang sehat, sehingga data dikumpulkan, diverifikasi, diolah, dianalisis, dimanfaatkan, lalu diperbarui kembali," katanya.

Dengan siklus tersebut, kata dia, Basis Data Tunggal UKM dapat berkembang menjadi ekosistem data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan relevan bagi kebutuhan pembangunan daerah.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak seluruh pelaku UKM yang memenuhi kriteria untuk menerima kunjungan enumerator, memberikan informasi usaha secara benar dan lengkap, serta mendukung proses pendataan hingga selesai.

"Partisipasi pelaku usaha merupakan kunci agar kebijakan pembinaan, fasilitasi permodalan, penguatan kapasitas, perluasan pasar, digitalisasi, dan pengembangan jaringan usaha dapat dirancang berdasarkan kondisi nyata di lapangan," katanya.

Untuk melakukan PUKM 2026 di Yogyakarta dengan target 18.000 data itu disiapkan 45 enumerator yang bekerja berdasarkan pembagian target per kemantren, dengan terbesar berada di Umbulharjo sebanyak 5.600 data, Tegalrejo sebanyak 3.200 data, dan Wirobrajan sebanyak 2.400 data.

"PUKM 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan 18.000 data baru, tetapi juga memperkuat fondasi pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran bagi pertumbuhan UKM dan perekonomian Kota Yogyakarta," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026