Rabu, 16 September 2026, 18:19 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Peran negara-negara Global Selatan dalam tata kelola ekonomi dunia menjadi salah satu perhatian Presiden China Xi Jinping dalam KTT BRICS di New Delhi, India. Xi mendorong negara-negara tersebut memperkuat keterlibatan dalam reformasi arsitektur keuangan internasional.
Global Selatan atau Global South adalah istilah yang merujuk pada negara-negara berkembang, kurang berkembang, atau berpendapatan rendah hingga menengah.
Seruan itu disampaikan Xi saat menghadiri sesi BRICS+ dalam rangkaian KTT BRICS yang berlangsung pada 12-13 September 2026. Menurut Xi, perubahan sistem keuangan global diperlukan agar tata kelola internasional dapat lebih mencerminkan kepentingan negara-negara berkembang.
Selain reformasi sektor keuangan, Xi mendorong percepatan pembentukan sistem tata kelola kecerdasan buatan (AI) global. Sistem tersebut dinilai perlu dibangun berdasarkan kesepakatan internasional yang luas.
Xi juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan di tengah meningkatnya gangguan terhadap jalur perdagangan global. Negara-negara anggota dan mitra BRICS yang diperluas diminta memperkuat kerja sama agar rantai pasok tetap berjalan.
Isu tersebut turut dikaitkan dengan gangguan pelayaran di Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Menurut Xi, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama antarnegara untuk menjaga kelancaran rantai industri dan pasokan.
Baca Juga: Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping, BUMN China Diduga Kirim 46 Ton Material Drone ke Rusia
Xi menilai perluasan BRICS memberikan posisi strategis bagi kelompok tersebut karena berakar pada pasar negara berkembang dan memiliki hubungan erat dengan negara-negara Global Selatan.
Kekuatan tersebut, menurut Xi, perlu dimanfaatkan dengan tetap mengedepankan keterbukaan, kerja sama, dan prinsip keuntungan bersama. Negara-negara BRICS juga didorong memperkuat integrasi pasar sekaligus memastikan rantai industri dan pasokan tidak mengalami hambatan.
Dorongan Xi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antarnegara berkembang serta mendorong tata kelola global yang lebih inklusif.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat