WN China Panah-Santap Penyu di Raja Ampat, Panci-Sumpit Jadi Barang Bukti

2026/09/17

Raja Ampat -

WN China bernama Wei Shang memanah penyu memakai speargun lantas menyantapnya di penginapan. Panci dan sumpit pun disita polisi sebagai barang bukti.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Warga Negara Asing (WNA) asal China bernama Wei Shang diduga memburu dan menyantap penyu sisik di kawasan konservasi perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Homestay alias penginapan terduga pelaku turut diperiksa hingga sejumlah barang bukti seperti panci dan sumpit ikut disita oleh polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Personel gabungan untuk melaksanakan olah TKP di lokasi homestay maupun lokasi bawah laut yang diduga berkaitan dengan perburuan penyu sisik," ungkap Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny SA Hengkelare kepada wartawan Rabu (16/9/2026).

Olah TKP bawah laut melibatkan aparat kepolisian dan penyelam BLUD Kabupaten Raja Ampat. Tim penyelam gabungan melakukan penyelaman pertama dengan area pencarian kurang lebih 60x60 meter.

"Namun, tim belum menemukan titik yang diduga sebagai lokasi perburuan sehingga pencarian dilanjutkan setelah istirahat," tuturnya.

Titik koordinat TKP bawah laut berada pada S 00°35'13.20" dan E 130°16'58.87". Sementara lokasi awal yang menjadi sasaran pencarian berada di sekitar Keruwo Homestay, Kepulauan Pam (Fam), tepatnya pada titik koordinat 0°34'40.4"S 130°17'02.2"E.

"Pada penyelaman kedua, tim memperluas area pencarian menjadi kurang lebih 150x150 meter dengan kedalaman sekitar 11 meter," tambah Jenny.

Dari hasil olah TKP di homestay dan lokasi yang diduga menjadi tempat perburuan, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Barang bukti itu kini disita untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Penyidik mengamankan barang bukti berupa satu buah panci, lima buah sumpit dan satu buah sarung tangan berwarna hitam dengan bintik-bintik silver," paparnya.

Penyidik juga telah memperoleh rekaman video yang diduga memperlihatkan aktivitas perburuan penyu sisik. Selain itu ada bukti foto yang menggambarkan aktivitas setelah satwa tersebut diduga dimasak untuk kemudian dikonsumsi.

Diketahui, Wei Shang ditangkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (14/9). Wei Shang diamankan saat diduga hendak terbang ke Malaysia. Pelaku pun dibawa ke Imigrasi Sorong untuk diperiksa.

Sementara itu, perburuan dan pembunuhan penyu itu diduga terjadi di sekitar Keruwo Homestay, Kepulauan Pam (Fam), Raja Ampat pada 8 hingga 11 September 2026. Tepatnya di lokasi reef sebelah utara Ormandira Homestay dan sebelah selatan Rufas.

Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga menyelam bersama dua orang lainnya dengan menggunakan speargun. Hal ini berdasarkan dokumentasi foto dan video serta sejumlah informasi elektronik yang diperoleh. Penyu itu kemudian dibawa ke lokasi penginapan atau homestay. Di lokasi tersebut pelaku memasak dan mengonsumsi satwa dilindungi tersebut.


-------

Artikel telah naik di detikSulsel.

(wsw/wsw)