Waspada, ini 6 tanda dehidrasi yang kerap diabaikan

2026/07/11

Dehidrasi tidak selalu ditandai dengan rasa haus, bibir kering, atau urine berwarna kuning pekat. Dalam banyak kasus, kekurangan cairan juga dapat memicu berbagai gejala lain yang sering kali tidak disadari sehingga kerap diabaikan.

Padahal, kehilangan cairan tubuh dalam jumlah kecil sekalipun dapat memengaruhi fungsi tubuh, mulai dari kemampuan berkonsentrasi, sirkulasi darah, hingga kerja otot. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi dehidrasi yang lebih serius.

Selain kurang minum, dehidrasi juga bisa dipicu oleh cuaca panas, aktivitas fisik yang berlebihan, demam, diare, muntah, hingga efek samping obat-obatan tertentu. Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini agar kondisi tidak semakin memburuk.

Dirangkum dari Health, Jumat (10/7), berikut tujuh tanda dehidrasi yang sering kali tidak disadari.

1. Sulit fokus

Kesulitan berkonsentrasi atau mempertahankan fokus dapat menjadi salah satu tanda awal dehidrasi ringan. Melansir dari Verry Well Health, Jumat (10/7) penelitian terhadap 393 orang menunjukkan bahwa gangguan fokus merupakan gejala yang sering tidak disadari saat tubuh mulai kekurangan cairan.

Kondisi ini terjadi karena otak membutuhkan cairan yang cukup untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi.

2. Mudah lelah

Tubuh yang kekurangan cairan juga lebih mudah merasa lelah. Saat asupan cairan berkurang, volume darah ikut menurun sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat kehilangan energi meski tidak melakukan aktivitas berat.

3. Sakit kepala

Sakit kepala menjadi salah satu keluhan yang cukup sering muncul saat tubuh mengalami dehidrasi. Tingkat keparahannya dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya volume jaringan otak akibat kekurangan cairan sehingga memicu tarikan pada jaringan dan pembuluh darah di dalam tengkorak. Minum air putih umumnya dapat membantu meredakan kondisi tersebut.

4. Jantung berdebar lebih cepat

Detak jantung yang lebih cepat dari biasanya juga dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.

Saat volume darah menurun, jantung harus memompa lebih cepat agar kebutuhan oksigen di seluruh tubuh tetap terpenuhi.

5. Napas menjadi lebih cepat

Selain jantung berdetak lebih cepat, laju pernapasan juga dapat meningkat ketika tubuh mengalami dehidrasi.

Hal ini merupakan respons alami tubuh untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen ketika aliran darah berkurang akibat kekurangan cairan.

6. Kram otot

Kram otot, termasuk kram mendadak pada betis, juga dapat dipicu oleh dehidrasi. Kekurangan cairan dapat mengganggu sinyal listrik yang mengatur kontraksi otot sehingga otot lebih mudah mengalami kejang atau kram.

Dalam beberapa kasus, mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit dinilai lebih efektif membantu mengatasi kram dibandingkan hanya minum air putih.

Seberapa berbahaya dehidrasi?

Dehidrasi dapat memengaruhi kesehatan meski tubuh hanya kehilangan sedikit cairan. Pada orang dewasa, sekitar 60 persen berat badan terdiri dari air sehingga penurunan kadar cairan dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh.

Kehilangan 1-2 Persen Cairan Tubuh

Kehilangan sekitar 1-2 persen cairan tubuh sudah dapat menurunkan kemampuan berkonsentrasi, berpikir, dan mengingat.

Kehilangan 4 Persen Cairan Tubuh

Saat kehilangan cairan mencapai sekitar 4 persen dari berat badan, gejalanya dapat berkembang menjadi sakit kepala, mengantuk, napas dan detak jantung lebih cepat, mudah marah, hingga otot melemah.

Kehilangan Lebih dari 8 Persen Cairan Tubuh

Kehilangan lebih dari 8 persen cairan tubuh merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis