Wartawan Bukittinggi gelar doa bersama di Jam Gadang untuk jurnalis hilang di Krakatau

2026/09/12

Bukittinggi (ANTARA) - Puluhan jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi menggelar bersama di Pelataran Jam Gadang sebagai bentuk dukungan moril dan solidaritas hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Doa bersama dipimpin Ketua PWI Kota Bukittinggi Asrial Gindo didampingi Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navies, Sabtu (12/9) diikuti jajaran pengurus serta sejumlah wartawan sebagai bentuk kepedulian terhadap rekan seprofesi yang hingga kini masih dalam pencarian.

Asrial mengatakan PWI Bukittinggi berharap proses pencarian segera menemukan titik terang dan kelima jurnalis tersebut dapat kembali dalam kondisi selamat.

“Kita berharap, ada kabar baik dari kelima rekan kita yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, informasi terkini masih dalam pencarian oleh Tim SAR," ujarnya.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Kelima jurnalis tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Rombongan tersebut berjumlah delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis, Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu atau guide.

Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB pada Senin, 7 September 2026, setelah itu mereka tidak lagi dapat dihubungi.

Informasi mengenai hilang kontak tersebut kemudian diterima Kantor SAR Banten pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 13.55 WIB dari Bayu, jurnalis ANTARA Banten, yang melaporkan rekannya tidak dapat dihubungi sejak keberangkatan sehari sebelumnya.

Tim SAR kemudian mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi hilang kontak dengan radius sekitar 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan.

Area pencarian selanjutnya diperluas hingga sekitar 68,3 nautical mile dan dibagi menjadi empat sektor dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polair, serta potensi SAR lainnya.

Asrial mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan dan solidaritas sesama pekerja media yang memiliki risiko dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Doa bersama ini adalah bentuk dukungan dan solidaritas kita sebagai rekan seprofesi dan pekerja yang memiliki resiko yang sama,” sebutnya.

Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies yang turut hadir dalam doa bersama tersebut juga menyampaikan harapan agar seluruh jurnalis dan kru kapal yang masih dalam pencarian segera ditemukan.

“Kita berharap rekan-rekan dapat ditemukan dengan selamat. Apresiasi juga kepada kawan wartawan di Bukittinggi yang berinisiatif menggelar doa bersama," katanya.

PWI Kota Bukittinggi berharap operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga masyarakat tersebut membuahkan hasil sehingga seluruhnya dapat ditemukan dalam kondisi selamat.