Warga Legian curhat bahagia ke Menkomdigi akhirnya layak terima bansos - ANTARA News Bali

2026/10/09

Badung (ANTARA) - Sejumlah warga Legian, Kabupaten Badung mencurahkan kebahagiaannya di hadapan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) lantaran melalui digitalisasi bansos program Perlindungan Sosial (Perlinsos) namanya muncul sebagai orang yang layak menerima bantuan sosial.

"Senang banget, kemarin dipanggil ke sini, dicek lewat kamera itu, foto wajah atau di-scan, langsung muncul namanya saya layak dapat bantuan, gitu," kata Ketut Sri Mulyani, salah satu warga Legian di Kabupaten Badung, Jumat.

Ia mengaku belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan sosial secara rutin dan baru kali ini namanya dipastikan layak melalui program Perlinsos.

Ketut Sri juga tidak menyangka proses dalam pendaftaran Perlinsos begitu singkat, tidak sampai lima menit ia sudah tahu bahwa tahun depan ia akan bisa menerima bansos.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nyoman Wati, yang merasa sangat bersyukur karena setelah penyerahan KTP dan pemindaian wajah, ia langsung dinyatakan memenuhi kriteria.

"Banyak-banyak mengucapkan terima kasih dengan adanya program ini, Bu, sudah dengan sungguh memberi manfaat untuk masyarakat yang kurang mampu seperti saya," tutur Nyoman Wati.

Mendengar curhatan tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa banyak warga yang sebenarnya berhak menerima bantuan sosial namun belum mendapatkannya akibat data yang belum diperbarui.

"Ada yang layak menerima bansos, tapi tidak mendapatkan bansos karena datanya belum masuk dan datanya belum diperbaiki," ujar Meutya Hafid.

Ia menambahkan, melalui sistem digitalisasi bansos ini, masyarakat kini memiliki ruang untuk melakukan sanggahan secara mandiri jika merasa layak mendapatkan bantuan dari pemerintah tanpa harus repot berdemo ke kantor kelurahan atau kecamatan.

Selain itu, Menkomdigi juga mengingatkan warga agar turut mengajak para tetangga di sekitar yang kurang mampu dan berhak untuk segera mendaftarkan diri pada program perlindungan sosial tersebut.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah atau SPLP ini sengaja dihadirkan untuk memastikan akurasi data serta memangkas birokrasi yang selama ini merugikan waktu dan biaya masyarakat.

Ia berharap program Perlinsos ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak warga yang benar-benar membutuhkan di berbagai daerah.

Adapun target pemerintah terkait cakupan pendaftaran program Perlinsos ini dapat menjangkau hingga sekitar 48 juta keluarga atau 50 persen populasi hingga akhir tahun untuk memastikan bantuan PKH dan BPNT tersalurkan secara tepat sasaran mulai 2027.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.