Wapres AS Uring-uringan, Berani Lontarkan Tuduhan Serius kepada Israel

2026/07/17

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden AS JD Vance menuduh sejumlah pihak di pemerintahan Israel berupaya memengaruhi opini publik Amerika untuk menggagalkan diplomasi Washington dengan Iran. Tuduhan itu disampaikan Vance dalam sebuah wawancara.

Melansir Al Jazeera, Jumat (17/7/2026), Vance dalam wawancara tersebut menegaskan dirinya meyakini ada pihak di pemerintahan Israel yang berupaya mengubah arah kebijakan Amerika Serikat (AS).

"Saya tahu tanpa keraguan bahwa ada orang-orang di dalam pemerintahan Israel yang mencoba mengalihkan kami dari kebijakan itu karena mereka ingin kampanye militer terus berlanjut," ujar Vance, sembari membela kesepakatan yang dicapai AS bulan lalu untuk menghentikan perang dengan Iran.

Pilihan Redaksi

Ia juga mengungkapkan adanya kampanye pengaruh yang diduga didanai untuk menggagalkan proses negosiasi. Mengutip laporan Time, Vance mengatakan mantan manajer kampanye Presiden Donald Trump disebut direkrut atas nama Israel untuk menjalankan kampanye digital yang bertujuan membentuk opini publik AS terkait Israel dan konflik Iran.

"Ada kampanye yang sangat rahasia dan didanai dengan sangat baik untuk menggagalkan negosiasi dan membatalkan kesepakatan," katanya.

Menurut Vance, dirinya turut menjadi sasaran serangan pribadi akibat mendorong penyelesaian diplomatik. "Orang-orang menyerang saya dengan kejam karena secara harfiah mencoba mencapai tujuan negosiasi yang telah ditetapkan presiden untuk negara ini," ujarnya.


Meski mengakui setiap negara berusaha memengaruhi kebijakan AS, ia menilai hal itu menjadi masalah ketika operasi semacam itu memengaruhi proses pengambilan keputusan politik di Amerika.

Vance juga menyatakan tetap mendukung kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang dicapai bulan lalu, meski perjanjian tersebut mendapat penolakan dari sebagian pihak di Israel dan kini semakin terancam setelah eskalasi serangan antara AS dan Iran dalam sepekan terakhir.

Saat ditanya apakah AS akan tetap terlibat dalam konflik terbaru dengan Iran tanpa pengaruh Israel, Vance menjawab, "Ya, saya pikir begitu."

Menurutnya, Presiden Donald Trump memang sejak awal meyakini Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. "Presiden, terlepas dari pengaruh Israel, sangat yakin bahwa Iran seharusnya tidak memiliki senjata nuklir, dan saya sependapat dengan itu," katanya.

Pernyataan Vance dinilai sebagai kritik yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel dari seorang wakil presiden AS yang masih menjabat. Mantan diplomat Israel Alon Pinkas mengatakan tuduhan tersebut menunjukkan hubungan Washington dan Tel Aviv tengah berada dalam fase yang tidak sejalan.

"Tidak ada wakil presiden AS yang pernah secara terbuka menuduh Israel menjalankan kampanye untuk melemahkan kebijakan Amerika. Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dan cukup mengejutkan," kata Pinkas kepada Al Jazeera.

(tfa/luc)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]