Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengajak lulusan Poli Teknik Pariwisata (Poltekpar) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berani bersaing di tingkat global, serta menjadikan kekayaan budaya dan identitas bangsa sebagai kekuatan dalam membangun masa depan pariwisata Indonesia.
"Kita tidak harus meninggalkan identitas untuk menjadi bagian dari dunia. Sebaliknya, identitas itulah yang membuat kontribusi kita memiliki nilai dan keunikan," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dalam sambutan secara daring untuk Upacara Wisuda Poltekpar Palembang pada Kamis (15/10), Ni Luh menyampaikan hal ini dapat membantu menjaga pertumbuhan positif sektor pariwisata nasional sehingga membuka semakin banyak peluang bagi tenaga profesional dan wirausaha muda.
Sepanjang 2025, Indonesia mencatatkan 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), serta devisa pariwisata sebesar 18,27 miliar dolar AS.
Tren tersebut berlanjut pada Januari–Agustus 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta atau tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta atau meningkat 4,29 persen secara tahunan. Pada semester pertama 2026, devisa pariwisata tercatat sebesar 8,43 miliar dolar AS.
Pertumbuhan pariwisata itu dinilainya harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadirkan pelayanan profesional, pengalaman wisata berkesan, serta manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.
"Capaian ini mencerminkan semakin besarnya peran pariwisata dalam menggerakkan perekonomian. Namun, masa depan pariwisata Indonesia tentu tidak hanya ditentukan oleh banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan," kata Wamenpar Ni Luh.
Dia turut berpesan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal bagi para lulusan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Bekal tersebut diharapkan dapat menghasilkan karya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan pariwisata Indonesia.
Menurut dia, perjalanan setelah kelulusan tidak selalu berjalan mudah. Para lulusan akan menghadapi berbagai tantangan, pilihan sulit, dan kesempatan baru yang membutuhkan keberanian, ketekunan, serta kemampuan untuk terus belajar.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan Kurniawan Abadi berharap lulusan Poltekpar Palembang tidak hanya menjadi tenaga profesional yang kompeten, tetapi, juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Direktur Poltekpar Palembang Iwan Riyadi menyebut sebanyak 359 mahasiswa resmi diwisuda pada tahun ini. Lulusan program Diploma III terdiri atas 120 mahasiswa Program Studi Seni Kuliner, 104 mahasiswa Program Studi Divisi Kamar, dan 90 mahasiswa Program Studi Tata Hidang.
Sementara itu, Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara pada jenjang Diploma IV meluluskan 39 mahasiswa. Para lulusan tersebut mencatatkan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,61, yang mencerminkan capaian akademik memuaskan selama menjalani pendidikan.
Capaian membanggakan lainnya adalah sebanyak 140 mahasiswa telah berhasil memperoleh pekerjaan di industri sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenpar sebut kekayaan budaya menjadi bekal membangun pariwisata
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.