Wamenkes RI: Sulawesi Tengah masuk enam provinsi penemuan kasus TB tertinggi

2026/08/22

Wamenkes RI: Sulawesi Tengah masuk enam provinsi penemuan kasus TB tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 17:01 WIB

Image Print

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus saat diwawancara media terkait kunjungan kerja di Palu, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan Provinsi Sulawesi Tengah termasuk dalam enam provinsi dengan capaian penemuan kasus tuberkulosis (TB) tertinggi secara nasional pada 2025.

“Provinsi yang paling tinggi, terbaik se-Indonesia dalam penemuan kasus TB adalah Provinsi Banten, nomor dua Provinsi Jawa Barat, nomor enam Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya di Palu, Sabtu.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dipaparkan, Sulawesi Tengah pada 2025 menemukan 8.419 kasus TB dari estimasi beban kasus sebanyak 10.066 kasus atau mencapai 83,6 persen.

Wamenkes mengatakan capaian penemuan kasus tersebut juga diikuti dengan tingkat pengobatan yang tinggi, yakni sekitar 90 persen dari kasus TB yang ditemukan.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 16 Agustus 2026, Sulawesi Tengah menempati posisi kedelapan secara nasional dengan menemukan 4.770 kasus dari estimasi beban sebanyak 9.968 kasus atau mencapai 47,9 persen.

Adapun di tingkat kabupaten/kota, Tojo Una-Una menjadi daerah dengan capaian penemuan kasus tertinggi, yakni 64,2 persen atau 296 kasus dari estimasi 461 kasus. Disusul Morowali 58,9 persen dengan 426 kasus dari estimasi 723 kasus.

Kota Palu berada di urutan berikutnya dengan capaian 51,4 persen atau 1.062 kasus dari estimasi 2.066 kasus, kemudian Sigi 51 persen dengan 352 kasus dari estimasi 690 kasus.

Selanjutnya, Donggala mencapai 47,5 persen dengan 363 kasus, Parigi Moutong 46,9 persen dengan 541 kasus, Poso 44,5 persen dengan 330 kasus, Morowali Utara 42,7 persen dengan 155 kasus, dan Banggai 42,7 persen dengan 500 kasus.

Capaian berikutnya masing-masing Buol 42,1 persen dengan 212 kasus, Tolitoli 40,7 persen dengan 308 kasus, Banggai Kepulauan 40,1 persen dengan 137 kasus, serta Banggai Laut 38,3 persen dengan 89 kasus.

Wamenkes mengatakan tingginya capaian penemuan dan pengobatan kasus TB belum cukup untuk menurunkan jumlah kasus apabila penularan masih terus berlangsung, terutama di lingkungan sekitar pasien.

Menurut dia, penanganan TB tidak hanya berfokus pada pasien yang telah terdiagnosis, tetapi juga perlu menyasar kontak serumah untuk mencegah munculnya kasus baru.

“Kalau di rumah itu ada yang sakit, maka orang seisi rumahnya harus dicek. Kalau tidak sakit, dikasih obat pencegahan,” ujarnya.

Ia mengatakan terapi pencegahan bagi kontak serumah menjadi salah satu langkah penting yang perlu diperkuat dalam pengendalian TB.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pemberian terapi pencegahan TB kepada kontak serumah pada 2025 masih menjadi tantangan karena capaian di sejumlah daerah belum memenuhi target yang ditetapkan.

Ia mengatakan pemerintah menerapkan langkah luar biasa dalam mempercepat pengendalian TB dengan memperluas penemuan kasus secara aktif di masyarakat.

Pemerintah menyiapkan pemeriksaan khusus TB di 53.335 lokasi secara nasional. Di Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 508 lokasi yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut perlu dilakukan secara kolaboratif untuk mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan TB di masyarakat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenkes RI: Sulteng masuk enam provinsi penemuan kasus TB tertinggi

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026