Wamendagri: Humas pemerintah harus peka dengan percakapan publik

2026/09/01

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan humas pemerintah tidak hanya bertugas menyampaikan kebijakan dan informasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu membaca percakapan publik sebagai masukan bagi pemerintah.

"Teman-teman humas juga bisa membaca apa yang ada yang diperbincangkan oleh publik sehingga menjadi masukan bagi pemerintah. Jadi, dua arah," kata Bima dalam "Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas)" di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa.

Bima menilai pemerintah memiliki jaringan kehumasan yang sangat lengkap sehingga keberadaan jaringan tersebut harus bisa bekerja secara maksimal.

Ia menilai fungsi humas pemerintah perlu dikembangkan dari sekadar menyampaikan informasi secara satu arah menjadi bagian dari proses komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan pola komunikasi tersebut, berbagai hal yang berkembang di tengah masyarakat dapat diketahui pemerintah dan menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan kebijakan maupun program.

Selain menyampaikan kebijakan, Bima juga mendorong jajaran humas pemerintah untuk mengangkat berbagai hal positif dan inspiratif dari seluruh penjuru Indonesia.

"Banyak hal-hal baik tidak saja dalam bentuk kebijakan tetapi juga inspirasi-inspirasi dari seluruh penjuru negeri yang sangat penting untuk bisa disampaikan kepada publik," ujarnya.

Bima mengatakan langkah tersebut penting untuk memperkaya informasi di ruang digital sehingga tidak hanya dipenuhi konten negatif maupun informasi yang menyesatkan.

Menurut dia, humas pemerintah tidak semestinya hanya bergerak ketika muncul isu negatif dengan melakukan reaksi atau kontra terhadap informasi tersebut.

Sebaliknya, pemerintah perlu lebih aktif menghadirkan informasi positif yang menunjukkan berbagai program dan praktik baik di masyarakat.

"Supaya dunia maya kita supaya algoritma hari ini tidak dipenuhi oleh DFK (Disinformasi, Fitnah, Kabar Bohong), tidak juga hanya sifatnya reaksi atau counter terhadap hal-hal yang sifatnya negatif tetapi ada berita baik ada hal-hal yang inspiratif," tuturnya.

Baca juga: Wamendagri sebut pemilu digital harus terbuka dan akuntabel

Baca juga: Wamendagri minta DPRD kawal APBD agar lebih produktif

Baca juga: Wamendagri ajak generasi muda ambil peran di tengah disrupsi digital

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.