Wamenaker: Job fair strategi krusial hadapi tantangan dunia kerja

2026/07/28

Wamenaker: Job fair strategi krusial hadapi tantangan dunia kerja

Selasa, 28 Juli 2026 19:42 WIB

Image Print

Wakil Menteri Ketenagakarjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor berbicara pengunjung stan pada Job Fair 2026 Kota Magelang, Selasa (28/07/2026). (ANTARA/Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakarjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyampaikan penguatan sektor ketenagakerjaan melalui penyelenggaraan bursa kerja (job fair) dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi kondisi dunia kerja yang masih penuh tantangan.

Afriansyah di Magelang, Jawa Tengah, Selasa, menyampaikan dunia kerja saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya angka pengangguran, pekerjaan yang belum layak, hingga ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan jabatan di dunia industri.

Di sisi lain, kondisi global juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, disrupsi teknologi yang berkembang sangat cepat, perubahan iklim, dan inflasi yang membuat pasar tenaga kerja semakin kompetitif serta tidak menentu.

Ia mengatakan, dalam situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, penyelenggaraan bursa kerja memiliki peran yang jauh lebih krusial dibandingkan saat kondisi ekonomi berada dalam keadaan stabil.

Menurut dia, job fair menjadi sarana yang memungkinkan pencari kerja berinteraksi langsung dengan pihak perusahaan atau HRD. Melalui kegiatan tersebut, pelamar dapat menyerahkan berkas lamaran, menunjukkan kemampuan yang dimiliki, sekaligus memperoleh informasi serta umpan balik mengenai proses seleksi secara lebih cepat.

Selain menjadi jembatan antara perusahaan dan pencari kerja, job fair juga berfungsi sebagai wadah tanggap darurat ekonomi. Bursa kerja menghimpun perusahaan-perusahaan yang sedang berada dalam fase pertumbuhan dan membutuhkan tenaga kerja dalam waktu cepat, sehingga mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja, termasuk bagi para pekerja yang sebelumnya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia menjelaskan, saat ini sejumlah sektor industri tradisional mengalami perlambatan. Sebaliknya, sektor ekonomi hijau, teknologi digital, dan logistik justru menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Kondisi tersebut membuat banyak pencari kerja perlu menyesuaikan arah karier dan meningkatkan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Melalui job fair, katanya para pencari kerja dapat melihat secara langsung sektor-sektor yang masih berkembang dan membuka peluang kerja. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan riset pasar tenaga kerja sekaligus memahami keterampilan yang saat ini paling dibutuhkan dunia usaha.

Ia menuturkan, tidak hanya membuka akses terhadap lapangan pekerjaan, job fair juga dinilai mampu mengembalikan semangat dan harapan bagi masyarakat. Di tengah kondisi dunia kerja yang belum kondusif, proses mencari pekerjaan kerap memberikan tekanan mental akibat penolakan yang berulang.

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026