Wali Kota Lisa instruksikan 6 fire hydrant Sungai Ulin diaktifkan atasi karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan

2026/08/08

Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Erna Lisa Halaby instruksikan pengaktifan kembali enam unit fire hydrant di kawasan Sungai Ulin untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama musim kemarau.

Instruksi itu disampaikan Lisa setelah meninjau kondisi penanganan karhutla di Kelurahan Sungai Ulin menyusul adanya kendala ketersediaan air yang dihadapi para relawan pemadam kebakaran saat pemadaman pada sejumlah titik.

Menurut Lisa di Banjarbaru, Sabtu, seluruh sarana bagi pendukung pemadaman, termasuk fire hydrant, harus dipastikan berfungsi sehingga petugas dan relawan memperoleh pasokan air dengan cepat saat terjadi kebakaran.

"Seluruh fire hydrant harus difungsikan kembali agar dapat membantu para relawan dan petugas pemadam dalam menghadapi karhutla," ujar Lisa yang didampingi Lurah Sungai Ulin Guntur Adi Prasetyo saat peninjauan. 


Baca juga: Pemkot Banjarbaru perkuat kesiapsiagaan hadapi karhutla dan kekeringan
 

Disebutkan Lisa, enam unit fire hydrant terpasang di kawasan Sungai Ulin dan hanya satu unit yang masih beroperasi sehingga menjadi kendala pemadam kebakaran memperoleh suplai air, terutama saat sumber air alami mulai menyusut akibat musim kemarau.

"Ketersediaan sumber air salah satu faktor penting untuk mempercepat penanganan kebakaran lahan, terlebih kawasan Sungai Ulin memiliki cukup banyak lahan kosong yang ditumbuhi semak dan mudah terbakar ketika kondisi cuaca kering," ungkapnya. 

Ia meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat memastikan sarana dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan agar saat situasi genting terjadi kebakaran bisa dengan mudah mendapatkan air. 

Langkah itu mendapat apresiasi dari relawan Pemadam Kebakaran dan Rescue Regas bernama Mojiono yang mengatakan kebakaran lahan di kawasan Sungai Ulin terjadi hampir setiap hari selama musim kemarau, bahkan dalam sehari dapat muncul lebih dari satu titik api.


Baca juga: Wali Kota Lisa tetapkan status Banjarbaru siaga karhutla
 

"Kebakaran lahan di wilayah Sungai Ulin tiap hari terjadi, kadang lebih dari satu lokasi dalam sehari selama musim kemarau ini. Kami memiliki kendala kesulitan suplai air, karena di beberapa titik air atau sungai sudah mulai mengering," tuturnya.

Ketua Regas Mahyuni yang hadir bersama Lurah Sungai Ulin Guntur Adi Prasetyo mengapresiasi perhatian dan tindakan cepat wali kota mengaktifkan kembali fire hydrant sebagai sumber air bagi relawan pemadam.

"Kami berterima kasih kepada wali kota membukakan hydrant sebagai sumber air sehingga ketersediaan air dapat teratasi dan berfungsinya enam fire hydrant sangat membantu dalam memangkas waktu armada pemadam mendapatkan pasokan air," katanya. 

Ditambahkan Mahyuni, kecepatan memperoleh air sangat penting dalam penanganan karhutla, karena keterlambatan pemadaman dapat membuat api dengan cepat meluas, termasuk berpotensi mendekati permukiman warga.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau karena api dapat dengan cepat menjalar ke lahan lainnya dan sangat membahayakan lingkungan kita," katanya.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.