Wakil Wali Kota Surakarta tegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan
Minggu, 6 September 2026 19:53 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menghadiri Kick Off Road to Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya 2026 yang dirangkaikan dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK IJK) Solo Raya di Solo, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menegaskan pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara aman, bijak, dan sesuai kebutuhan.
Hal tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri Kick Off Road to Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya 2026 yang dirangkaikan dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK IJK) Solo Raya di Solo, Jawa Tengah, Minggu.
Ia mengatakan inklusi keuangan memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses terhadap layanan keuangan harus diiringi pemahaman yang memadai agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial dengan tepat.
“Ini bukan sekadar seremoni pembukaan atau kegiatan olahraga saja. Lebih dari itu, kita ingin mengingatkan bahwa akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan sesuai kebutuhan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai penguatan literasi keuangan juga penting untuk mendorong masyarakat lebih mandiri dalam mengelola keuangan, mengembangkan usaha, maupun memanfaatkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan.
“Literasi keuangan yang baik akan membuat masyarakat lebih mampu mengambil keputusan, mengelola keuangan, mengembangkan usaha, sekaligus memahami risiko ketika menggunakan layanan keuangan,” katanya.
Ia menambahkan upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri jasa keuangan, dunia pendidikan, komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat perlu bergerak bersama membangun ekosistem keuangan yang inklusif.
“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Semua pihak harus bersama-sama memastikan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses keuangan sekaligus memiliki pemahaman yang baik dalam menggunakannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 OJK Provinsi Jawa Tengah Hermanto mengatakan inklusi keuangan menjadi salah satu indikator prioritas pembangunan nasional. Pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada 2045.
“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, tingkat inklusi keuangan nasional saat ini telah mencapai 93,61 persen. Tentu angka ini kita sambut gembira, tetapi tetap harus kita perjuangkan sampai mencapai 98 persen,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, menurut Hermanto, diperlukan sinergi antara OJK, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Ia menyebut sepanjang Januari hingga Agustus 2026, OJK Solo bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan TPAKD se-Solo Raya telah menggelar 70 kegiatan literasi dan edukasi keuangan dengan total peserta mencapai 19.039 orang.
Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar dan mahasiswa, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, komunitas pekerja migran Indonesia, hingga masyarakat umum.
OJK juga memberikan apresiasi atas kontribusi berbagai pihak melalui sejumlah penghargaan, di antaranya Literasi Award Solo Raya 2026, Hari Indonesia Menabung Award Solo Raya 2026, dan Bank Goes to School Solo Raya Award 2026.
“Di bulan September ini kita telah memasuki periode Road to BIK 2026 yang nantinya akan ditutup dengan kegiatan puncak Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober mendatang,” jelasnya.
Hermanto berharap rangkaian BIK 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Industri jasa keuangan juga didorong terus menghadirkan inovasi, produk, insentif, dan kegiatan yang menarik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, literasi, inklusi, dan perlindungan konsumen diharapkan semakin kuat sehingga masyarakat Solo Raya tidak hanya semakin mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga semakin cakap dan bijak dalam menggunakannya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.