Singkawang (ANTARA) - Wakil Kepala Polda Kalimantan Barat Brigjen Pol Hindarsono menegaskan proses Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 harus mengedepankan profesionalisme, pembentukan karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan, bukan kekerasan.
Pesan tersebut disampaikan Hindarsono saat memimpin Upacara Pembukaan Diktukba Polri 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar, Kelurahan Sagatani, Kota Singkawang, Senin.
Dia meminta seluruh tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh melaksanakan proses pendidikan secara profesional, tegas, adil, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan agar mampu melahirkan personel Polri yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
"Pendidikan yang berkualitas tidak identik dengan kekerasan, melainkan harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, serta integritas peserta didik sehingga lahir Bintara Polri yang presisi, berakhlak mulia, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.
Ia mengatakan pendidikan pembentukan Bintara Polri tahun ini berlangsung selama lima bulan dengan jumlah peserta sebanyak 4.792 orang di seluruh Indonesia. Sebanyak 708 peserta didik perempuan mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, sedangkan 4.084 peserta didik laki-laki menjalani pendidikan di 31 SPN Polda, termasuk 66 siswa di SPN Polda Kalbar.
Menurut dia, pendidikan tahun ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif." Tema tersebut menekankan pembentukan moral, integritas, dan kemampuan literasi sebagai bekal pelaksanaan tugas kepolisian.
Selain itu, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) diterapkan agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepada para peserta didik, Hindarsono berpesan agar menjaga disiplin, meningkatkan keimanan, memperkuat semangat belajar, serta membangun kerja sama selama mengikuti pendidikan.
"Seluruh proses yang dijalani merupakan bagian dari pembentukan karakter untuk melahirkan Bhayangkara yang tangguh, humanis, dan profesional," ujarnya.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.