Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Ketua (Waka) Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Rahayu Saraswati mengusulkan agar Jember Fashion Carnaval (JFC) dapat masuk dalam kalender wisata internasional agar wisatawan mancanegara bisa berbondong-bondong datang ke Kabupaten Jember.
"Komisi VII DPR mendorong Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan agar JFC semakin berkembang dan menjadi salah satu agenda yang masuk dalam kalender wisata internasional,” kata Rahayu Saraswati saat kunjungan kerja reses di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu.
Rombongan Komisi VII DPR bertemu dengan Bupati Jember Muhammad Fawait di Pendapa Wahyawibawagraha Jember dan selanjutnya menghadiri Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) yang merupakan rangkaian dari JFC 2026 pada hari kedua.
"Mari kita sukseskan JFC agar menjadi destinasi pariwisata yang masuk dalam kalender wisata internasional karena JFC merupakan contoh nyata perpaduan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," tuturnya.
Ia menjelaskan JFC telah membuktikan bahwa dari daerah kecil di ujung timur Pulau Jawa lahir sebuah karya yang mampu menarik perhatian dunia dan menjadi inspirasi bagi banyak daerah di Indonesia.
"Hal itu menunjukkan bahwa ketika kreativitas diberikan ruang untuk tumbuh maka daerah mampu menjadi pusat inovasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa," katanya.
Rahayu berharap JFC dapat terus berkembang menjadi etalase kreativitas Indonesia yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada dunia, sehingga menjadikan keberagaman Indonesia sebagai sumber inspirasi untuk terus berkarya berinovasi dan membangun bangsa.
Menurut dia, JFC membuktikan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar seni atau kuliner saja, namun telah berkembang menjadi sebuah industri yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan mendongkrak sektor ekonomi.
"Karnaval busana spektakuler di Jember menunjukkan bagaimana semuanya dipadukan menjadi sebuah pertunjukan sekaligus industri pariwisata, sehingga penyelenggaraan JFC memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian daerah," katanya.
Selain menjadi panggung bagi talenta-talenta kreatif di bidang fesyen, lanjut dia, JFC juga mendorong pertumbuhan sektor kuliner, perhotelan, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Berbagai produk unggulan Jember, seperti edamame, cerutu, kuliner dan produk UMKM lainnya berpotensi semakin dikenal melalui penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional tersebut.
Selain itu, Rahayu juga menekankan pentingnya peran media dalam mempromosikan berbagai agenda pariwisata nasional karena publikasi yang luas akan mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah.
Ia juga berharap JFC semakin inklusif dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas, sehingga dapat dinikmati seluruh kalangan.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik kehadiran Komisi VII DPR pada penyelenggaraan JFC 2026 karena sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memperkuat posisi JFC sebagai salah satu karnaval terbesar di dunia.
"Saya berharap dukungan pemerintah pusat juga diwujudkan melalui peningkatan aksesibilitas menuju Jember, salah satunya pengembangan bandara agar wisatawan lebih mudah menjangkau daerah tersebut karena aksesibilitas menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung kemajuan JFC," katanya.
Ia optimistis dengan dukungan berbagai pihak, JFC akan semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.