REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mendorong Toraja Utara menjadi sentra kopi melalui penguatan keterampilan barista dan pengembangan usaha berbasis komoditas lokal. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pelatihan Vokasional Barista PLUT KUMKM Sulsel di Makassar, Minggu.
Fatmawati menegaskan bahwa pengembangan kopi Toraja perlu diperkuat dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pemerintah pusat saat ini gencar mendorong hilirisasi agar produk lokal tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi memiliki nilai tambah melalui pengolahan hingga siap dinikmati konsumen.
"Bukan cuma memperkenalkan produk kita dari hulu ke hilir, pemerintah pusat saat sekarang ini mendorong hilirisasi. Saya punya angan-angan besar, cita-cita besar, bahwa di Toraja Utara dan Tana Toraja kita harus menjadikan sentra kopi," kata Fatmawati.
Potensi Besar Kopi Toraja
Fatmawati menyebut Toraja Utara, Tana Toraja, dan Kabupaten Enrekang sebagai wilayah yang berpotensi menjadi sentra kopi di Sulawesi Selatan. Komoditas kopi dari daerah ini telah dikenal luas dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha dan generasi muda menjadi kunci agar potensi kopi dapat berkembang menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Pelatihan vokasional barista yang diikuti belasan peserta ini merupakan salah satu upaya konkret dalam meningkatkan keterampilan sumber daya manusia di sektor tersebut.
"Teman-teman harus gali sebanyak-banyaknya kepada pemateri tentang seperti apa, mulai dari roasting kopinya sampai bikin kopi espresso ataupun kopi-kopi lainnya yang enak," ujarnya.
Sinergi Kopi dan Pariwisata
Fatmawati berharap wisatawan yang berkunjung ke Toraja Utara dan Tana Toraja tidak hanya menikmati alam dan destinasi wisata, tetapi juga membawa produk kopi lokal sebagai bagian dari pengalaman berwisata. "Semua orang yang keluar dari Toraja Utara dan Tana Toraja harus membawa kopi," tegasnya.
Pengembangan kopi, menurut dia, juga perlu didukung ruang edukasi bagi masyarakat. Kawasan publik seperti alun-alun dan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kopi, mulai dari pemilihan biji kopi hingga proses pengolahan menjadi minuman dengan cita rasa yang baik.
Ia menekankan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh peralatan, tetapi juga kualitas biji kopi dan keterampilan dalam mengolahnya. Oleh karena itu, pengetahuan yang diperoleh peserta pelatihan diharapkan dapat dibagikan kepada generasi muda, pekerja kreatif, dan pelaku usaha lainnya.
"Saya berharap ilmu yang didapatkan hari ini bisa di-transfer knowledge, bisa dibagi lagi kepada kaum muda, anak muda yang pekerja kreatif, anak-anak muda entrepreneur yang bisa kita kembangkan lebih besar lagi untuk pengembangan kopi kita ini," lanjut Fatmawati.
Fatmawati menambahkan bahwa pengembangan kopi dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Kekayaan alam dan destinasi wisata di Toraja dapat dipadukan dengan pengalaman menikmati kopi lokal untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara