Wabup Banyumas: Penguatan ekosistem halal tingkatkan daya saing produk UMKM
Kamis, 24 September 2026 17:00 WIB
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti dalam kegiatan Koordinasi Pembangunan Ekosistem Halal Wilayah Jawa Tengah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026). ANTARA/HO-Pemkab Banyumas
Purwokerto (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Dwi Asih Lintarti mendorong penguatan ekosistem halal melalui kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan Koordinasi Pembangunan Ekosistem Halal Wilayah Jawa Tengah di Purwokerto, Banyumas, Kamis, ia mengatakan percepatan pengembangan ekosistem halal merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempersiapkan pelaku UMKM menghadapi pemberlakuan Wajib Halal Oktober 2026.
"Persiapan matang sangat krusial agar para pelaku UMKM tidak merasa berjalan sendiri dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal produk mereka," katanya.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sektor perbankan, lembaga keagamaan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan ekosistem halal.
Terkait dengan hal itu, ia mengatakan sertifikasi halal tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai pemenuhan regulasi atau kewajiban administratif, juga sebagai peluang strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
"Dengan mengantongi sertifikat halal, kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM Banyumas dipastikan meningkat, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Dia meminta seluruh pihak mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat sinergi melalui penyatuan langkah serta konsolidasi data pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan sertifikasi halal.
Selain itu, kata dia, pendampingan terpadu perlu diperkuat agar pelaku usaha dapat memenuhi standar dan kriteria halal secara efisien.
Wabup mengatakan penguatan ekonomi halal juga diperlukan untuk membangun fondasi ekonomi daerah yang tangguh dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Banyumas.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Zulpan Syarif mengatakan penguatan ekosistem halal di daerah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan derajat ekonomi UMKM.
“Sertifikasi halal memberikan perlindungan berupa kepastian, rasa aman, dan kenyamanan bagi konsumen sekaligus meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk UMKM di pasar lokal maupun internasional,” katanya.
Menurut dia, pendaftaran sertifikasi halal gratis dilakukan secara digital melalui aplikasi Sihalal.
Akan tetapi, kata dia, keterbatasan kemampuan teknologi informasi sebagian pelaku UMK membuat keberadaan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) diperlukan untuk membantu pelaku usaha sejak proses awal hingga sertifikat diterbitkan.
Zulpan mengatakan penguatan ekosistem halal lokal penting agar UMKM Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan mengambil peluang pasar global.
Baca juga: BI Purwokerto memperkuat program unggulan pengembangan UMKM
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.