Viral Cerita Pesepak Bola Muda yang Jual Motor Demi Berkarier ke Eropa

2026/10/15

Jakarta -

Kisah inspiratif datang dari Fadhil Saddam, seorang pesepak bola muda Indonesia yang nekat menjual sepeda motornya demi modal merantau dan mengejar impian berkarier di luar negeri.

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, @fadhilsaddam, ia membagikan perjalanan panjang dan perjuangannya meniti karier sepak bola lintas negara sejak usia muda. Pria kelahiran Jakarta, 22 Maret 2003 ini telah menggeluti dunia sepak bola sejak kecil dan menimba ilmu di berbagai akademi ternama, termasuk jebolan Persija Jakarta.

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demi menentukan jalan hidupnya sendiri, Fadhil memulai petualangan internasionalnya di Liga Amatir Turki saat berusia 17 tahun, berlanjut ke Liga 2 Bosnia pada usia 18 tahun, Liga 2 Serbia di usia 19 tahun, hingga kini merumput di QPL 4 Australia pada usia 21 tahun. Unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 2,6 juta kali dan mendapatkan banjir ucapan selamat dari warganet.

"Kerennn ka," ujar akun @raesaamh.

"Udh bener pola nya bro dari luar dlu baru balik , bukan mau merendahkan sistem disini tapi to be fair saja, di luar negri sistem nya lebih terarah, mantap bro next timnas 🔥," takjub akun @leonardomongdong.

"Kita tunggu anda suatu saat di TIMNAS ya 🔥," saut akun @dimas_mualim29.


Konfirmasi Wolipop

Fadhil Saddam, pesepak bola muda Indonesia, nekat menjual motornya demi merantau dan meniti karier sepak bola ke Turki, Bosnia, Serbia, hingga Australia.Fadhil Saddam, pesepak bola muda Indonesia, nekat menjual motornya demi merantau dan meniti karier sepak bola ke Turki, Bosnia, Serbia, hingga Australia. Foto: Dok. Instagram @fadhilsaddam.

Saat dikonfirmasi Wolipop, pria bernama lengkap Ahmad Fadhil Soddam Lubis ini membagikan cerita di balik unggahannya yang viral. Pria berusia 23 tahun tersebut mengungkapkan bahwa video itu merupakan gambaran dari perjalanan hidup dan keberaniannya dalam menentukan arah masa depan.

"Video itu menceritakan tentang perjalanan dan pilihan karier saya. Awalnya orang tua, terutama ibu, menyarankan saya untuk mengambil jalur AKPOL atau AKMIL, tapi saya memilih untuk mengejar impian dan membuka jalan saya sendiri di dunia sepak bola dan pendidikan olahraga sampai ke Australia," ujar Fadhil kepada Wolipop.

Fadhil Saddam, pesepak bola muda Indonesia, nekat menjual motornya demi merantau dan meniti karier sepak bola ke Turki, Bosnia, Serbia, hingga Australia.Fadhil Saddam, pesepak bola muda Indonesia, nekat menjual motornya demi merantau dan meniti karier sepak bola ke Turki, Bosnia, Serbia, hingga Australia. Foto: Dok. Instagram @fadhilsaddam.

Kecintaan Fadhil terhadap si kulit bundar memang sudah tertanam sejak ia masih amat muda. Lulusan Diploma of Sport dari TAFE Queensland, Australia ini mengaku telah menggeluti sepak bola sejak usia enam tahun. Bagi Fadhil, menekuni berbagai bidang mulai dari sepak bola hingga coaching adalah bentuk dedikasi terhadap passion-nya di dunia olahraga dan kesehatan.

"Saya sudah mulai main bola sejak umur enam tahun, jadi sepak bola memang sudah jadi passion dan bagian dari hidup saya sejak kecil sampai akhirnya terus ditekuni secara serius dan profesional," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peran yang dilakoninya saat ini saling menguatkan satu sama lain. "Passion dasarnya memang ada di bidang olahraga, kesehatan, dan coaching. Menurut saya, menjalani beberapa peran ini saling melengkapi, bisa berbagi pengetahuan ke orang lain sekaligus terus ngembangin potensi diri sendiri," lanjutnya.

Meski demikian, perjalanan Fadhil merantau ke luar negeri dan memilih jalan yang berbeda dari ekspektasi orang tua tentu tidak lepas dari berbagai rintangan. Mulai dari masalah adaptasi di negeri orang hingga perjuangan meyakinkan pihak keluarga.

"Tantangan terbesarnya jelas di manajemen waktu, adaptasi di luar negeri, dan meyakinkan diri sendiri serta keluarga atas pilihan yang saya ambil. Cara menghadapinya sederhana: tetap disiplin, jaga konsistensi, buktikan lewat kerja keras, dan selalu punya growth mindset," tegas pria yang berdomisili di Indonesia ini.

Saat ini, Fadhil tetap menjaga ritme aktivitasnya sembari mempersiapkan langkah berikutnya untuk berkarier di kancah internasional. "Saat ini saya masih aktif main bola, sibuk bikin konten di bidang fitness dan olahraga, sambil menunggu proses visa supaya bisa segera kembali beraktivitas dan berkarier di luar negeri lagi," ungkapnya.

Melalui kisah perjalanannya, Fadhil berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda yang sedang berjuang menentukan arah hidup mereka sendiri.

"Pesannya adalah keberanian untuk memilih dan bertanggung jawab atas jalan hidup sendiri. Hormati saran orang tua, tapi kalau kamu punya passion dan tujuan yang jelas, perjuangkan itu dengan sungguh-sungguh sampai berhasil membuktikannya," pungkas Fadhil.

(gaf/eny)