Venteny Perkuat Direksi untuk Kawal Pemulihan Aset dan Tindak Lanjut Audit

2026/10/16

Jum'at, 16 Oktober 2026, 21:05 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) memperkuat jajaran direksi untuk mengawal tindak lanjut hasil audit keuangan dan investigasi khusus periode 2023–2024, terutama terkait pemulihan aset dan perbaikan operasional perusahaan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pengangkatan Drs. Hosea Sanjaya sebagai Wakil Presiden Direktur dan Tri Ismardiko Widyawan sebagai Direktur Teknologi. Pengangkatan keduanya disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 Juni 2026, sedangkan hasil audit independen untuk periode tersebut telah diselesaikan pada 9 Maret 2026.

Corporate Secretary PT Venteny Fortuna International Tbk, Grand Yustitia Wirawan, mengatakan kedua direktur tersebut mendapat mandat untuk mengawal pelaksanaan tindak lanjut audit, termasuk mengambil langkah yang diperlukan untuk memulihkan aset dan menerapkan tindakan korektif operasional.

“Penguatan struktur Direksi melalui penunjukan Wakil Presiden Direktur dan Direktur Teknologi ditujukan khusus untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan tindak lanjut atas Hasil Audit Keuangan dan Investigasi Khusus periode 2023–2024. Kepemimpinan baru ini diamanahkan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi pemulihan aset perusahaan serta menerapkan tindakan korektif operasional,” ujar Grand dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Dengan perubahan tersebut, jajaran direksi Venteny terdiri atas Presiden Direktur Junichiro Waide, Wakil Presiden Direktur Hosea Sanjaya, Direktur Teknologi Tri Ismardiko Widyawan, dan Direktur Keuangan Kaleb Solaiman yang menjabat sejak 18 Juni 2025.

Selain penguatan kepemimpinan, perseroan juga melakukan pembenahan organisasi melalui penerapan manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis kinerja atau meritokrasi, optimalisasi struktur organisasi, serta berbagai inisiatif untuk meningkatkan efisiensi usaha dan mendukung pemulihan aset.

Grand mengatakan, transformasi tersebut membutuhkan budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, produktivitas, dan akuntabilitas. Karena itu, seluruh jajaran SDM perlu beradaptasi dengan standar kerja baru agar pelaksanaan strategi perusahaan berjalan efektif.

Sebagai perusahaan terbuka dengan pemegang saham pengendali berbasis di Jepang, Venteny menyatakan komitmennya untuk menjalankan usaha secara profesional dan transparan, mematuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta menjaga kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

Grand menegaskan, penyampaian informasi mengenai perubahan jajaran direksi dan langkah transformasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan terhadap keterbukaan informasi kepada publik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi