Valve Ungkap Brutalnya Persaingan untuk Amankan Pasokan RAM

2026/09/15

Jakarta -

Valve akhirnya resmi mengungkap harga perangkat konsol PC teranyarnya, Steam Machine. Perangkat ini dibanderol dengan harga yang terbilang fantastis, yakni USD 1.049 (sekitar Rp 16,1 jutaan) untuk varian penyimpanan 512GB dan USD 1.349 (sekitar Rp 20,7 jutaan) untuk varian 2TB--tanpa menyertakan pengontrol (controller) dalam paket penjualan.

Tingginya banderol Steam Machine salah satunya disebabkan oleh keputusan Valve yang tidak memberikan subsidi pada komponen perangkat keras (hardware), ditambah krisis kelangkaan memori (RAM) global yang memaksa perusahaan merombak skema harga awal.

Posisi Tawar Pemasok RAM: "Ambil atau Tinggalkan"

Dalam wawancara di kanal YouTube Gamers Nexus, enginer Valve, Pierre-Loup Griffais, membeberkan sulitnya mengamankan pasokan RAM di tahun 2026. Menurutnya, produsen chip memori raksasa seperti Samsung, Micron, dan SK Hynix memegang kendali penuh atas penetapan harga pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada kontrak jangka panjang. Mereka memberi kami penawaran harga setiap bulan dan menentukan berapa unit yang bisa kami beli. Pilihannya hanya 'ya' atau 'tidak'. Jika kami menolak, mereka tidak akan berbicara lagi dengan kami," ungkap Griffais.

Krisis pasokan komponen memori ini tak hanya menghantam Valve. Sejumlah raksasa teknologi lain seperti Lenovo (pada lini Legion Go S) dan Microsoft (pada lini Surface) turut melakukan penyesuaian harga. Bahkan CEO Apple Tim Cook sebelumnya telah memperingatkan potensi kenaikan harga pada lini iPhone dan Mac akibat kelangkaan RAM yang diprediksi berlangsung lama.

Spesifikasi RAM 16GB dan Pengujian Performa

Valve mengonfirmasi bahwa seluruh unit Steam Machine yang diproduksi saat ini akan menggunakan satu keping RAM berkapasitas 16GB (single-channel).

Meski konfigurasi dual-channel secara teoritis menawarkan performa lebih baik, insinyur Valve Yazan Aldehayyat menjelaskan bahwa pengujian internal perusahaan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan yang terukur saat menjalankan berbagai judul gim.

Kendati demikian, Valve tidak menutup kemungkinan mengubah konfigurasi memori pada lini produksi mendatang.

Estimasi Pergeseran Target Harga Awal

Meskipun Valve tidak membeberkan target harga awal Steam Machine sebelum krisis RAM melanda, tren kenaikan harga dapat diestimasi dari lini produk Steam Deck OLED. Varian Steam Deck OLED sebelumnya mengalami lonjakan harga sebesar USD 240 (512GB) dan USD 300 (1TB).

Jika angka penyesuaian tersebut dikurangi dari harga Steam Machine saat ini, target harga asli Steam Machine diperkirakan awalnya berada di kisaran USD 809 (512GB) dan USD 1.049 (2TB).

Namun, tekanan rantai pasok global pada akhirnya memaksa Valve menetapkan angka penjualan yang lebih tinggi di pasar, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (15/9/2026).

(asj/asj)

TAGS

LIHAT LAINNYA