
User RyzaChat AI – Setelah sempat mengalami penundaan rilis, aplikasi RyzaChat AI telah dirilis beberapa hari yang lalu dan sudah bisa digunakan oleh banyak orang (saat ini hanya tersedia di Jepang saja). Aplikasi tersebut menghadirkan fitur dimana pengguna bisa ngobrol dengan karakter Ryza dengan membeli token khusus.
Dalam beberapa hari terakhir ini, entah bagaimana caranya User bisa menemukan celah agar bisa mengobrol dengan Ryza dalam topik hal-hal mesum dimana hal ini seharusnya sudah di-setting sedemikian rupa. Waduh, serius nih?!

Berdasarkan banyak postingan video yang dibagikan oleh User RyzaChat AI dari Jepang di Twitter X, mereka menemukan cara untuk bisa mengobrol hal-hal mesum dengan karakter Ryza di aplikasi tersebut.
Dilihat dari beberapa video dari mereka, Ryza diberikan semacam prompt (tidak diketahui prompt seperti apa dari User) dimana sang karakter waifu tersebut bisa mengikuti perintah tersebut meski itu adalah hal mesum sekalipun.
Padahal seharusnya developer SpiralAI telah mengatur sedemikian rupa agar aplikasi RyzaChat AI tidak memberikan akses bagi pengguna bisa memberikan prompt yang mengarah ke hal-hal mesum. Tidak hanya secara verbal saja, bahkan membuat Ryza berbicara dengan suara atau nada yang mesum bisa bikin fans dari kalangan pria kepincut mendengarnya.
Jika tidak percaya, kalian bisa lihat beberapa bukti postingan video User RyzaChat AI dari Jepang di bawah ini.
Tanggapan dari Developer

Mengetahui bagaimana User RyzaChat AI menemukan celah seperti itu, developer SpiralAI memberikan pernyataan resmi mereka.
SpiralAI menjelaskan bagaimana aplikasi Chat AI karakter Ryza memperbolehkan pengguna berinteraksi dengan karakter Ryza, namun mereka menemukan pengguna terlalu ‘bebas’ dalam memanfaatkan fitur tersebut.
Dari apa yang ditemukan oleh developer, beberapa pengguna melakukan prompt injection alias memanipulasi konten dari pesan atau prompt mereka dan mengekstrak aset yang ada di dalam aplikasi dengan cara melanggar ketentuan pada layanan aplikasi tersebut.
Secara spesifik, sejumlah unggahan di media sosial baru-baru ini memperlihatkan pengguna memanipulasi isi pesan mereka dan mengekstraksi aset gim dengan cara yang melanggar ketentuan layanan. Dengan tindakan tersebut membuat karakter Ryza memberikan respon di luar dari batasan yang sudah diatur developer dan sangat tidak mencerminkan karakter aslinya, seperti berbicara hal-hal vulgar ataupun berbahaya lainnya.

SpiralAI menetapkan tindakan yang dilakukan oleh Player tersebut telah melanggar ketentuan layanan aplikasi Pasal 8 Ayat 1 berisi tentang pelanggaran hak perlindungan IP karena telah menerobos batasan teknis dan menggunakan pesan yang mengarah ke hal tidak senonoh.
Selain itu, SpiralAI juga menemukan adanya upaya mengekstrak file aplikasi seperti aset karakter dan juga klip suara yang bertujuan untuk kreasi konten dan juga tujuan lainnya dilakukan oleh pelaku. Hal seperti ini juga dianggap telah melanggar aturan layanan aplikasi karena termasuk dalam melakukan reverse engineering terhadap aplikasi.
Dari kejadian tersebut, pihak SpiralAI menanggapi masalah ini dengan serius. Mereka berencana akan bertindak secara serius dengan bekerja sama dengan pihak berwenang karena hal seperti ini dianggap sebagai aksi tindakan kejahatan terhadap produk aplikasi mereka.
Developer juga meminta kepada seluruh pengguna Chat AI karakter Ryza untuk tetap bijak dalam menggunakan aplikasi mereka untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar penggunaannya.
Itulah informasi mengenai bagaimana User RyzaChat AI menemukan celah untuk bisa ngobrol hal-hal mesum dengan Ryza dan pihak developer berencana menanggapi masalah ini dengan serius. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Atelier, Ryza atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
"Editor dan Veteran Game Gacha di Gamebrott." Ia adalah seorang Gamer yang telah aktif mengamati dan menganalisis perkembangan game gacha selama lebih dari satu dekade sejak tahun 2013, memberikannya pemahaman mendalam tentang tren pasar dan mekanika game berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalamannya yang luas terhadap game genre JRPG, memiliki minat yang kuat terhadap game JRPG, bahkan yang sering dianggap underrated, seperti Trails Series. Berfokus pada analisis mendalam mengenai isu-isu yang sedang hangat, tren up-to-date, serta insight mendasar yang menjadi perbincangan utama di komunitas Gamer secara luas.