UNUSA tingkatkan pengetahuan santri Sunan Drajat soal pola makan - ANTARA News Jawa Timur

2026/09/02

Pengetahuan santri meningkat dari nilai rata-rata 58 pada tes awal menjadi 78 pada tes akhir, atau naik 20 poin

Surabaya (ANTARA) - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) meningkatkan pengetahuan santri Pondok Pesantren Sunan Drajat tentang pola makan dan aktivitas fisik melalui program pengabdian masyarakat.

“Pengetahuan santri meningkat dari nilai rata-rata 58 pada tes awal menjadi 78 pada tes akhir, atau naik 20 poin,” kata Koordinator Program Pengabdian Masyarakat UNUSA dr. Evi Sylvia Awwalia, Sp.PD dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.

Ia menjelaskan kenaikan tersebut setara 34,5 persen dibandingkan nilai awal dan melampaui target program yang ditetapkan sekurang-kurangnya 20 persen.

Evaluasi dilakukan terhadap 10 santri putra berusia 16–17 tahun. Hasilnya, delapan peserta memperoleh nilai lebih tinggi pada tes akhir, sementara dua peserta mempertahankan nilai. Tidak ada peserta yang mengalami penurunan nilai.

Menurut Evi, program tersebut dilakukan untuk mendukung pencegahan obesitas dan penyakit metabolik sejak remaja. Periode tersebut dinilai penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat dibawa hingga dewasa.

Program yang dilaksanakan bersama dr. Effendy, Sp.PD, dan mahasiswa UNUSA tersebut memadukan edukasi gizi, pendampingan pengelolaan menu, aktivitas jalan kaki terstruktur, serta pemantauan sederhana status gizi.

Pendekatan itu diperkuat melalui SIAGA MANIS atau Skrining, Edukasi, dan Gerakan Pencegahan Diabetes dan Sindrom Metabolik.

Dalam sesi edukasi, santri diperkenalkan dengan konsep piring sehat yang terdiri atas sumber karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayur, dan buah. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh menu yang dekat dengan keseharian santri.

Santri juga dilatih menyusun contoh piring sehat menggunakan gambar bahan makanan. Tes awal dan tes akhir kemudian digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan setelah mengikuti edukasi.

Tim UNUSA turut mendampingi pengelolaan menu dapur dan kantin pesantren dengan mengenalkan contoh menu tujuh hari yang lebih seimbang. Penyusunan menu mempertimbangkan ketersediaan bahan, kebiasaan santri, dan kemampuan anggaran pesantren.

Untuk mendorong aktivitas fisik, tim bersama pengurus memperkenalkan “Gerakan Langkah Santri Sehat” berupa jalan kaki berkelompok selama 20–30 menit setiap sesi.

Kegiatan tersebut dapat dimasukkan dalam jadwal pesantren, misalnya tiga kali setiap pekan sebelum atau setelah kegiatan belajar. Pengurus dan santri senior dilibatkan untuk membantu menjaga keteraturan kegiatan.

Program juga mengenalkan pemantauan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), dan tekanan darah.

Pemeriksaan gula darah sewaktu dapat dilakukan apabila sarana tersedia.

Evi mengatakan peningkatan pengetahuan perlu diikuti pemantauan komposisi menu, keteraturan aktivitas fisik, dan status gizi agar hasil edukasi dapat berlanjut menjadi kebiasaan hidup sehat.

Pelibatan santri dan pengurus sebagai kader kesehatan pesantren dilakukan untuk membantu pengukuran, menyampaikan pesan kesehatan, serta mengingatkan jadwal kegiatan.

Kolaborasi UNUSA dan Pondok Pesantren Sunan Drajat diharapkan dapat memperkuat penerapan pola makan seimbang dan aktivitas fisik secara konsisten untuk membantu santri menjaga kebugaran serta mengurangi risiko obesitas dan penyakit tidak menular.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.