Unram dampingi guru MA Bustanul Wa’izin kuasai pembelajaran berbasis proyek

2026/09/18

Guru didampingi secara intensif untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis proyek yang dilengkapi dengan rubrik penilaian autentik. Hasilnya, 90 persen peserta (18 guru) berhasil menyusun perangkat ajar mandiri yang siap diimpleme

Mataram (ANTARA) - Di era Kurikulum Merdeka dan pesatnya tuntutan keterampilan abad ke-21, tantangan dunia pendidikan menengah tidak hanya terbatas pada penyampaian materi teoritis di dalam kelas. Guru dituntut untuk mampu merancang pengalaman belajar yang kontekstual, kolaboratif, serta melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, di lapangan, pendidik di madrasah aliyah masih sering menghadapi kendala dalam mentransformasi metode pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. 

Merespons kesenjangan tersebut, tim pengabdi dari Kelompok Peneliti Bidang Ilmu Pengembangan Pendidikan Karakter, Humaniora, dan Inovasi Pembelajaran PPKn, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Mataram (Unram) merancang intervensi pedagogis yang terstruktur. Dipimpin oleh Basariah, M.Pd. bersama tim pelaksana (Dr. Edy Herianto, M.Ed., Sawaludin, M.Pd., Lianda Dewi Sartika, M.Pd., Ega Anzani, S.H., M.H., Ahmad Hudori, M.Pd., serta mahasiswa Sirrul Auvia), Unram menggelar program pengabdian bertajuk Pendampingan Guru MA Bustanul Wa'izin dalam Merancang dan Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Proyek. 

Ulasan Substantif — Pelatihan PjBL, Integrasi Aplikasi Digital, dan Pembentukan Komunitas Belajar
Program pendampingan yang melibatkan 20 guru dari berbagai bidang studi ini dirancang untuk menjawab fakta awal bahwa 75 persen guru masih memiliki pemahaman terbatas mengenai Project-Based Learning (PjBL). Melalui pendekatan hands-on mentoring, tim Unram memandu para pendidik melewati beberapa tahapan krusial: 

Perancangan Modul dan RPP Berbasis Proyek:

Guru didampingi secara intensif untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis proyek yang dilengkapi dengan rubrik penilaian autentik. Hasilnya, 90 persen peserta (18 guru) berhasil menyusun perangkat ajar mandiri yang siap diimplementasikan. 

Implementasi Proyek Kontekstual di Kelas:

Sebanyak 16 guru berhasil mengeksekusi proyek nyata di kelas. Proyek-proyek tersebut mencakup pembuatan poster literasi (Bahasa Indonesia), penelitian lingkungan sekolah (Biologi), simulasi kewirausahaan mini (Ekonomi), hingga kajian nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah (PPKn). Pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan aktif dan motivasi siswa hingga 85 persen dibanding metode ceramah konvensional. 

Integrasi Teknologi Pembelajaran Sederhana:

Untuk menunjang transparansi dan kemudahan pengelolaan proyek, para guru dilatih memanfaatkan platform digital seperti Canva untuk desain visual, Google Classroom untuk manajemen tugas, serta Padlet untuk dokumentasi dan pameran karya siswa secara daring. Evaluasi menunjukkan 80 persen guru merasa sangat terbantu oleh integrasi teknologi ini. 

Pembentukan Professional Learning Community (PLC):

Sebagai bentuk keberlanjutan program, pengabdian ini mendorong terbentuknya komunitas belajar guru di MA Bustanul Wa'izin. Wadah ini berfungsi sebagai ruang diskusi berkala, evaluasi peer-to-peer, dan tempat saling berbagi praktik baik (best practices) antar sesama pendidik. 

Kontribusi Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Merujuk pada parameter evaluasi dampak sosial perguruan tinggi dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings, inisiatif FKIP Unram ini memberikan kontribusi nyata pada tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): 

SDG 4 — Pendidikan Berkualitas (Quality Education):

Program ini meningkatkan kompetensi pedagogik guru madrasah dalam merancang pembelajaran berbasis proyek dan digital. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, relevan, serta efektif dalam menumbuhkan keterampilan abad ke-21 (berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi) bagi para siswa. 

SDG 8 — Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth):

Melalui simulasi proyek kewirausahaan dan pelatihan pemecahan masalah nyata, program ini memberikan pembekalan keterampilan praktis (hard skill dan soft skill) sejak dini. Langkah ini menyiapkan lulusan madrasah agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri di masa depan. 

SDG 17 — Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals):

Pengabdian ini mencerminkan kolaborasi strategis antara institusi perguruan tinggi (Universitas Mataram) dan satuan pendidikan menengah berbasis keagamaan (MA Bustanul Wa'izin) dalam memajukan kualitas pendidikan daerah dan mentransfer inovasi teknologi pembelajaran. 

Dampak Keberlanjutan dan Replikasi Model
Keberhasilan pendampingan ini dibuktikan dengan terbitnya Surat Pernyataan Pemanfaatan Hasil Riset oleh pihak madrasah mitra serta tersusunnya artikel ilmiah pengabdian yang dipublikasikan pada jurnal terindeks Sinta. Model pendampingan berbasis PjBL dan teknologi digital ini menjadi acuan konkret yang dapat direplikasi oleh madrasah aliyah lainnya di Nusa Tenggara Barat guna mempercepat transformasi kurikulum secara berkelanjutan. 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026