Unik! Bikin Udon di Jepang Justru Diinjak-injak Sambil Joget

2026/09/17

Jakarta -

Bikin mie biasanya pakai tangan, tapi di Kagawa, Jepang, adonan udon justru diinjak sambil berjoget oleh pembuatnya. Seperti apa hasilnya?

Ada kelas masak unik di Kagawa, Jepang, yang menawarkan pengalaman membuat sanuki udon dengan cara tidak biasa.

Peserta bukan hanya menguleni adonan dengan tangan, tetapi juga harus menginjaknya sambil berjoget mengikuti iringan musik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari SoraNews24 (16/9), kelas tersebut tersedia di Nakano Udon School yang berada di Kota Kotohira, Kagawa.

Sekolah udon ini telah berdiri lebih dari 100 tahun dan selama lebih dari empat dekade menawarkan pengalaman membuat sanuki udon kepada wisatawan.

Kelas bikin mie di Jepang.Kelas bikin mie di Jepang. Foto: SoraNews24

Kagawa dikenal sebagai salah satu daerah asal sanuki udon, mie khas Jepang yang memiliki bentuk tebal dengan tekstur kenyal.

Sementara itu, Kotohira merupakan kawasan wisata yang terkenal dengan Kotohira Shrine atau Kompirasan, kuil yang memiliki jalur pendakian dengan lebih dari 700 anak tangga.

Nakano Udon School berada di kaki kuil tersebut dan menggelar kelas memasak sekitar 50 menit. Dalam kelas ini, peserta dipandu instruktur untuk membuat udon mulai dari mengolah adonan hingga memotongnya menjadi mie.

Kelas berlangsung dalam suasana seperti ruang sekolah. Peserta akan mendapatkan adonan yang kemudian digilas menggunakan rolling pin sebelum dipotong dengan pisau.

Bagian paling menarik dimulai ketika peserta membuat adonan sendiri. Tepung dicampur dengan air garam menggunakan wadah khusus yang disebut konebachi.

Kelas bikin mie di Jepang.Adonan mie diinjak sambil berjoget dengan irama musik. Foto: SoraNews24

Campuran tersebut kemudian diaduk hingga berubah menjadi tekstur seperti remah. Adonan selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diratakan.

Setelah itu, kantong berisi adonan diletakkan di atas tatami dan peserta diminta menginjaknya menggunakan kaki yang hanya mengenakan kaus kaki.

Bukan sekadar menginjak adonan, kegiatan tersebut dilakukan sambil diiringi musik ceria. Peserta pun diajak bergerak dan menari di atas adonan sehingga proses menguleni terasa seperti aktivitas hiburan.

Setelah cukup diuleni, adonan dilipat menjadi beberapa lapisan dan dibentuk menyerupai gulungan. Adonan kemudian menjalani proses pemeraman yang waktunya dapat berbeda sesuai musim.

Setelah kelas selesai, peserta dapat memilih membawa pulang udon buatannya atau merebusnya dan menyantapnya di kafetaria. Pengalaman ini juga memungkinkan wisatawan melihat langsung proses pembuatan sanuki udon dari bahan dasar hingga menjadi mie.

Kelas bikin mie di Jepang.Peserta bisa menikmati mie buatannya sendiri. Foto: SoraNews24

Kelas tersebut memiliki tarif berbeda berdasarkan jumlah peserta. Untuk peserta individu yang membawa pulang hasil buatannya, biayanya Rp225.000.

Jika ingin menyantap mienya di tempat tarifnya sekitar Rp287.000. Wisatawan juga mendapatkan pilihan suvenir setelah mendaftar kelas.

Pilihannya berupa gulungan resep rahasia yang sekaligus dapat digunakan sebagai rolling pin atau dua porsi udon.

Pengalaman membuat udon dengan kaki ini memberikan gambaran bahwa proses pembuatan mie khas Kagawa tidak hanya mengandalkan tepung, garam, dan air.

Teknik mengolah adonan menjadi salah satu bagian penting untuk menghasilkan tekstur sanuki udon yang khas.

Hasil buatan peserta juga belum tentu memiliki bentuk dan tekstur yang sama dengan udon buatan profesional.

Ketebalan mie dapat berbeda-beda karena peserta memotong adonan sendiri, tetapi justru hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman membuat makanan khas Kagawa secara langsung.

(raf/adr)