Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Jawa Timur mencatatkan transaksi mencapai Rp4,33 miliar pada penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 atau naik 228 persen dibanding realisasi tahun lalu yang sebesar Rp1,34 miliar.
Sebanyak tujuh UMKM Wastra dan Laras Nusantara tersebut meliputi Jokotole, Al-Warist Batik, Hadi Batik Podhek, Gedog Zaenal Tuban, Canting Wira, Namira Ecoprint, dan Batik Radhika.
"Ini bukti bahwa UMKM Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memperluas pasar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya, Jumat.
Ibrahim mengatakan peningkatan capaian transaksi tersebut antara lain didorong oleh semakin banyaknya UMKM yang lolos kurasi KKI, variasi produk yang semakin beragam, serta pengembangan produk ready to wear dengan desain yang dapat menjangkau berbagai segmen konsumen.
Selain itu, kata dia, aktivitas promosi yang dilakukan UMKM juga semakin masif khususnya kepada pelanggan existing maupun pelanggan baru.
Menurut Ibrahim, capaian ini menjadi indikasi positif terhadap semakin kuatnya daya saing produk UMKM Jawa Timur khususnya sektor wastra dan fesyen dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.
Secara total, BI melibatkan 65 UMKM binaan untuk berpartisipasi dalam pameran online KKI yang berlangsung pada 25 Juli hingga 30 Agustus 2026 melalui website resmi KKI.
Sementara pada pameran offline yang berlangsung pada 20 sampai 23 Agustus 2026, BI Jawa Timur mengikutsertakan 17 UMKM yang terdiri dari tujuh UMKM Wastra dan Laras Nusantara dengan produk ready to wear, enam UMKM produk makanan dan minuman, serta empat UMKM produk home decor.
Dalam KKI 2026 sendiri secara nasional melibatkan sebanyak 1.860 UMKM dan mencatatkan total penjualan sebesar Rp177,21 miliar.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.