UMBY terapkan kurikulum baru dengan muatan lokal budaya Yogyakarta

2026/09/08

UMBY terapkan kurikulum baru dengan muatan lokal budaya Yogyakarta

Selasa, 8 September 2026 17:24 WIB

Image Print

Kegiatan Pengenalan Rangkaian Awal Dunia Pembelajaran Tatanan Akademik (Pradipta) UMBY 2026 di Yogyakarta, Selasa. ANTARA/Hery Sidik.

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada tahun ajaran mahasiswa 2026/2027 mulai menerapkan kurikulum baru yang di dalamnya terdapat muatan lokal tentang pengembangan budaya dan peradaban Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami ada yang namanya Kemercubuanaan, kurikulum baru yang berisi muatan-muatan lokal yang akan mengembangkan dari budaya dan peradaban di Yogyakarta," kata Biro Humas UMBY Widarta disela kegiatan Pengenalan Rangkaian Awal Dunia Pembelajaran Tatanan Akademik (Pradipta) 2026 di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, kurikulum yang memuat budaya lokal Yogyakarta itu merupakan implementasi dari Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ), sesuai anjuran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah Yogyakarta.

Dia mengatakan, terdapat berbagai istilah maupun ungkapan-ungkapan dalam budaya Yogyakarta pada Kurikulum Kemercubuanan itu, termasuk di dalamnya adalah beberapa hal terkait dengan informasi tentang Kejogjaan.

"Termasuk tentang budaya, dan hal-hal yang terkait semuanya dengan apa yang akan nanti di SOP-kan oleh apa yang ada di Jogja. Kemercubuanan ini memang baru kali ini dan kami pada ni 2026 bulan September ini sudah berlakukan kurikulum baru," katanya.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMBY Reo Sambodo mengatakan kegiatan Pradipta 2026 yang diadakan selama empat hari ke depan yang diikuti sekitar 1.500 mahasiswa baru tersebut mengusung tema konsep Zero Waste.

"Konsep Zero Waste, dimana mahasiswa tidak diperkenankan membawa wadah botol minum, namun kita sediakan juga isi ulang menggunakan tumbler, jadi kita juga disediakan dispenser-dispenser isi ulang," katanya.

Dia mengatakan, UMBY merupakan kampus inklusif, yang menerima mahasiswa difabel atau penyandang disabilitas, sehingga kampus bersahabat dengan mahasiswa difabel, kami juga sudah ada Unit Layanan Disabilitas (ULD) di universitas tersebut.

"Dalam Pradipta juga menyelenggarakan kegiatan yang memadukan unsur kebudayaan di Yogyakarta, yang ditandai dengan waktu pembukaan sebanyak 1.500 mahasiswa melakukan salam Jogja Istimewa," katanya.

Terkait jumlah mahasiswa baru UMBY yang sekitar 1.500 orang, menurutnya tidak ada penurunan jumlah dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga berbagai fasilitas pendukung belajar dibangun, termasuk peningkatan SDM dosen melalui melanjutkan studi dengan beasiswa.

"Untuk meningkatkan kualitas bagi dosen dan tenaga pendidik kita ada beasiswa yang akan melanjutkan studi untuk S3 (program doktor) di luar, tujuannya adalah meningkatkan kualitas pendidikan di sini," katanya.

Rektor UMBY Agus Slamet dalam arahan pada mahasiswa baru mengatakan melanjutkan studi di UMBY adalah pilihan tepat, karena untuk peringkat perguruan tinggi di Indonesia, kampus ini menduduki peringkat 136 dari sekitar 4.000 perguruan tinggi di Indonesia.

"Sementara di Yogyakarta ada sebanyak 100 perguruan tinggi swasta dan ada lima perguruan tinggi negeri, posisi peringkat kita adalah pada nomor 11 dari 105 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta," katanya.

Pewarta : HRI
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026