Ubah Potensi Desa Jadi Wisata Unggulan, Dua Penggerak Desa Astra Raih Penghargaan dari Presiden RI

2026/08/21

Saeful Anwar

| 21 Agustus 2026, 17:31 WIB

Ubah Potensi Desa Jadi Wisata Unggulan, Dua Penggerak Desa Astra Raih Penghargaan dari Presiden RI

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, foto bersama penggerak Desa Sejahtera Astra, Zainul Arifin dan Nur Ahmadi. - Foto: Astra

AKURAT.CO Dua penggerak Desa Sejahtera Astra meraih Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden Prabowo Subianto.

Penghargaan diberikan setelah keduanya mengembangkan potensi desa menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.

Mereka adalah Zainul Arifin dari Desa Sejahtera Astra Ketapanrame dan Nur Ahmadi dari Desa Sejahtera Astra Wukirsari.

Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pada Senin (17/8/2026).

Satyalencana Kepariwisataan merupakan tanda kehormatan dari Presiden RI kepada individu yang berjasa dalam bidang pariwisata. Kontribusi Zainul dan Nur dinilai mampu mendorong pengembangan desa, sekaligus membuka sumber ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga: Hampir 70 Tahun Bersama Indonesia, Kontribusi Astra Sentuh 16 Juta Orang

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan, kedua penggerak tersebut telah mendapat pendampingan Astra sejak 2023.

"Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang telah mendapatkan pendampingan dari Astra sejak tahun 2023 dan berkontribusi memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi dan semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia," Boy menjelaskan melalui keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Zainul mengembangkan tanah kas Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, menjadi destinasi wisata Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong.

Pengembangan wisata itu melibatkan berbagai pihak dan menggunakan investasi masyarakat yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Kegiatan tersebut turut menggerakkan ekonomi warga serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sementara itu, Nur mengembangkan wisata Desa Wukirsari di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan tetap mempertahankan lingkungan dan budaya setempat.

Baca Juga: Astra Kirim 5.000 Paket Sembako dan Starlink untuk Korban Gempa NTT

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah Batik Tulis Giriloyo. Produk berbasis budaya lokal itu ikut membuka peluang ekonomi bagi warga, sekaligus memperluas pengenalan Desa Wukirsari di tingkat internasional.

Desa Wukirsari kemudian meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism.

Kiprah Zainul dan Nur menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra yang mendorong masyarakat mengolah potensi lokal secara berkelanjutan.

Program tersebut telah menjangkau 1.533 desa di 35 provinsi. Astra mencatat kontribusi sosialnya telah menjangkau lebih dari 16 juta orang, termasuk 6,9 juta tenaga kerja beserta keluarga dan tiga juta penerima manfaat program Desa Sejahtera Astra.