Kebakaran yang melanda tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, memasuki hari ketujuh, Selasa (18/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kebakaran yang melanda tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, memasuki hari ketujuh, Selasa (18/8/2026). Sejumlah petugas gabungan yang bekerja keras memadamkan api pun mulai mengalami gangguan kesehatan.
Munculnya titik api dari balik gunungan sampah yang terjadi sejak Rabu (12/8/2026), terus meluas hingga membakar area TPAS seluas lebih dari lima hektare. Tiupan angin kencang membuat api dengan cepat menyebar hingga menyulitkan upaya pemadaman.
Kondisi itu diperparah dengan asap pekat yang menyelimuti seluruh kawasan TPAS. Belum lagi kondisi medan yang sulit dan membahayakan, menjadi tantangan lain yang juga harus dihadapi petugas gabungan saat berjibaku memadamkan api.
Meskipun petugas secara bergiliran memadamkan api, namun tak sedikit di antara mereka yang mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, adapula seorang petugas yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat sesak nafas dan limbung saat bertugas.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan pun telah menyiagakan ambulance dan tenaga medis di TPAS Ciniru sejak awal terjadinya peristiwa tersebut. Mereka terus memberikan layanan kesehatan bagi petugas pemadam yang mengalami gangguan kesehatan.
“Mereka (petugas pemadam) mengalami sesak nafas akibat asap yang tebal sehingga membutuhkan suplai oksigen,” kata seorang tenaga medis yang disiagakan di TPAS Desa Ciniru, Cucu Sukarti.
Cucu menjelaskan, asap pekat itu membuat suplai oksigen ke paru-paru dan jantung menjadi terganggu. Akibatnya, mereka mengalami sesak nafas.
“Ada juga petugas yang meminta obat tetes mata karena asap membuat mata mereka menjadi perih. Alhamadulillah semuanya bisa tertangani,” terang Cucu.