Tubuh kurus, tapi kolesterol tinggi? Ini faktanya!

2026/07/24

Tubuh kurus, tapi kolesterol tinggi? Ini faktanya!

Jumat, 24 Juli 2026 16:55 WIB

Image Print

Ilustrasi-Kolestrol (Foto Antara/dok)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengingatkan bahwa tubuh kurus bukan jaminan seseorang terbebas dari kolesterol tinggi maupun risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Berat badan normal tidak berarti faktor risiko kardiovaskularnya normal. Ada orang yang terlihat kurus, tetapi ketika diperiksa kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat atau kolesterol jahatnya justru tinggi," kata Susetyo dalam sesi diskusi di Jakarta, Kamis.

Persepsi bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang bertubuh gemuk perlu diluruskan karena kondisi tersebut tidak selalu mencerminkan risiko kesehatan seseorang. Menurut dia, studi populasi menunjukkan hampir satu dari empat orang bertubuh kurus ternyata memiliki sekumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

"Jadi kurus itu bukan berarti aman. Yang lebih menentukan adalah bagaimana profil faktor risiko seseorang, terutama kadar kolesterol LDL di dalam darah," ujar dia.

Susetyo menjelaskan orang bertubuh kurus yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi berisiko dua hingga tiga kali lebih besar mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah dibandingkan orang kurus dengan kadar LDL normal.

Dia menuturkan kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kelainan genetik atau familial hypercholesterolemia, pola makan dengan makanan yang banyak digoreng, kurang aktivitas fisik, hingga penumpukan lemak viseral atau obesitas sentral.

"Jadi bukan hanya angka di timbangan yang menentukan risiko penyakit jantung. Lingkar perut, kadar kolesterol LDL, dan faktor risiko lainnya juga harus diperhatikan," kata Susetyo mengingatkan

Obesitas sentral dapat ditemukan pada orang dengan indeks massa tubuh normal. Kondisi itu ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 90 sentimeter pada pria Asia dan lebih dari 80 sentimeter pada perempuan Asia.

Dia juga mengingatkan bahwa kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari dirinya berisiko mengalami penyakit jantung.

"Mayoritas orang yang kadar kolesterolnya tinggi tidak memiliki keluhan. Cara mengetahuinya hanya dengan melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin," ujar dia.

Pemeriksaan kolesterol, khususnya kadar LDL, penting dilakukan sejak dini agar risiko terbentuknya plak aterosklerosis yang dapat memicu serangan jantung maupun stroke dapat dicegah.

Pewarta : Farika Nur Khotimah
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.