Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar terkait masa depan konflik dengan Iran di tengah buntunya perundingan perdamaian antara kedua negara.
Pada 9 September, Trump mengatakan perang AS-Iran dapat berakhir setelah pemilu paruh waktu Kongres pada 3 November. Namun, pada Minggu, ia menyebut perdamaian dapat tercapai sebelum pemilu tersebut.
"Saya akan menghadapi keputusan besar. Apakah saya ingin masuk dan memusnahkan mereka (Iran), atau tidak? Ini keputusan besar," kata Trump kepada Axios.
"Segalanya bisa terjadi dengan saya," tambahnya.
Menurut laporan tersebut, Trump sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan serupa, ancaman terbarunya disampaikan menjelang pertemuan dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman di sela-sela Sidang Umum PBB.
Trump kemungkinan akan mempertimbangkan pandangan negara-negara Teluk tersebut dalam menentukan langkah Washington selanjutnya, terutama jika memilih kembali menjalankan operasi militer berskala besar.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap pihak AS dan Israel.
Setelah berbulan-bulan saling menyerang, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman penghentian permusuhan pada pertengahan Juni. Namun, serangan kembali terjadi tidak lama setelah kesepakatan tersebut.
Konflik hingga kini belum terselesaikan dan permusuhan masih sesekali kembali terjadi.
Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Republik Islam Iran sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dengan memperbesar tekanan finansial terhadap Teheran.
Sumber: Sputnik
Baca juga: PBB: AS kemungkinan lakukan kejahatan perang di Iran
Baca juga: Iran: Selat Hormuz tidak dibuka selama Trump dan Netanyahu berkuasa
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.