Jakarta -
Bandara Internasional Palm Beach di Florida, Amerika Serikat resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump Kamis (9/7) lalu.
Pergantian nama itu dilakukan setelah Pemerintah Florida mengesahkan aturan yang memungkinkan perubahan tersebut.
Sejumlah papan nama bertuliskan Palm Beach International Airport mulai diturunkan dan diganti dengan identitas baru. Namun, proses pergantian dilakukan secara bertahap sehingga penumpang masih akan melihat nama lama dan baru digunakan secara bersamaan selama beberapa pekan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terhitung mulai hari ini, Bandara Internasional Palm Beach resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump. Meskipun para pelaku perjalanan akan mulia melihat pembaruan pada papan petunjuk dan lainnya seiring berjalannya proses transisi, pengalaman penerbangan itu sendiri akan tetap sama," tulis pernyataan pengelola bandara.
Melansir Euronews, Sabtu (11/7/2026) Pesawat Trump Force One, Boeing 757 milik Trump Organization, menjadi pesawat pertama yang mendarat setelah nama baru resmi diberlakukan. Pesawat itu tiba sekitar pukul 05.00 pagi waktu setempat dengan Eric Trump, putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagai salah satu penumpangnya.
Bandara tersebut memang kerap digunakan keluarga Trump saat berkunjung ke kediaman Mar-a-Lago di Palm Beach. Sebelumnya, ruas jalan yang menghubungkan bandara dengan Mar-a-Lago juga telah berganti nama menjadi Donald J. Trump Boulevard.
"Tidak ada seorang pun yang telah berbuat lebih banyak untuk Florida dan negara kami, dan tidak ada yang lebih pantas menerima penghormatan luar biasa ini," tulis Eric Trump di akun X.
"Sebagai seorang anak dan seseorang yang hampir setiap hari terbang dari bandara ini, saya akan selalu bangga melihat inisial 'DJT' pada boarding pass saya," lanjutnya.
Meski nama bandara telah berubah, kode bandara masih tetap menggunakan PBI dan baru akan berganti menjadi DJT pada 18 Agustus. Pemerintah Florida memperkirakan biaya perubahan nama mencapai sekitar USD 5,5 juta (Rp 99 miliar) untuk penggantian papan petunjuk, identitas visual, dan berbagai pembaruan lainnya.
Pergantian nama tersebut memunculkan beragam tanggapan. Seorang penumpang bernama Keegan Collett yang hendak terbang ke Cincinnati mengaku terkejut melihat nama baru bandara tersebut. Namun, ia menilai persoalan itu bukan hal yang perlu diperdebatkan.
"Pada akhirnya, ini hanya nama sebuah bandara. Masih ada hal-hal yang lebih penting, saya merasa ini hanya pengalihan perhatian," katanya.
Perubahan nama bandara itu menjadi bagian dari langkah Pemerintahan Donald Trump yang kembali menempatkan nama dan citranya di berbagai fasilitas publik sejak kembali ke Gedung Putih.
Pada hari yang sama, Jembatan I-40 di Tennessee Timur juga resmi berganti nama menjadi Donald J. Trump Bridge, sementara bulan lalu seorang hakim federal memerintahkan penghapusan nama Trump dari gedung pusat seni pertunjukan Kennedy Center di Washington.
(upd/ddn)