Toyota-BMW uji BBM dari minyak jelantah, bisakah jadi energi masa depan?

2026/07/17

Toyota-BMW uji BBM dari minyak jelantah, bisakah jadi energi masa depan?

Jumat, 17 Juli 2026 11:53 WIB

Image Print

Ilustrasi - Produsen otomotif global terus mencari cara untuk menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan, seperti yang dilakukan oleh Toyota dan BMW yang memulai uji coba penggunaan bensin berbahan baku minyak jelantah di Spanyol. ANTARA/HO-Kalteng

Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif global terus mencari cara untuk menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan, seperti yang dilakukan oleh Toyota dan BMW yang memulai uji coba penggunaan bensin berbahan baku minyak jelantah di Spanyol.

CarsCoops, Kamis (16/7) waktu setempat, melaporkan bahwa program yang berlangsung selama enam bulan itu melibatkan Toyota, BMW, Bosch, dan perusahaan energi asal Spanyol Repsol.

Sekitar 20 unit mobil Toyota dan BMW akan dioperasikan menggunakan bahan bakar terbarukan Nexa 95 produksi Repsol, yang dibuat dari limbah organik, termasuk minyak goreng bekas atau minyak jelantah, limbah pertanian, serta residu organik lainnya.

Meski tetap menghasilkan emisi karbon di knalpot, jejak karbon bahan bakar itu diklaim lebih rendah karena karbon yang dilepaskan berasal dari material organik yang hidup di bumi, bukan dari cadangan fosil yang tersimpan jutaan tahun di bawah permukaan bumi.

Keunggulan lainnya, bensin terbarukan tersebut memiliki karakteristik kimia yang serupa dengan bensin konvensional sehingga dapat langsung digunakan pada kendaraan bermesin bensin, tanpa memerlukan modifikasi mesin maupun pembangunan infrastruktur pengisian bahan bakar baru.

Dalam proyek ini, Bosch berperan menyediakan teknologi Digital Fuel Twin, sistem digital yang mampu melacak distribusi bahan bakar dari rantai pasok hingga kendaraan. Teknologi tersebut juga berfungsi memastikan setiap kendaraan benar-benar menggunakan bahan bakar terbarukan yang telah tersertifikasi.

Melalui uji coba tersebut, para peserta proyek ingin membuktikan tiga hal utama. Pertama, bahan bakar terbarukan dapat didistribusikan melalui jaringan stasiun pengisian bahan bakar yang sudah ada.

Kedua, sistem sertifikasi digital mampu memastikan keaslian bahan bakar yang digunakan. Ketiga, kendaraan bermesin bensin yang beredar saat ini dapat langsung memanfaatkan bahan bakar rendah karbon tanpa perubahan teknis.

Spanyol dipilih sebagai lokasi uji coba karena Repsol telah memiliki jaringan stasiun pengisian umum yang menyediakan bensin terbarukan 100 persen.

Program ini juga berlangsung di tengah ambisi Uni Eropa menghentikan penjualan mobil baru bermesin pembakaran internal mulai 2035, meski hingga kini masih berlangsung pembahasan mengenai kemungkinan pengecualian bagi kendaraan yang menggunakan bahan bakar netral karbon.

Bagi Toyota dan BMW, pengembangan bahan bakar terbarukan menjadi salah satu pendekatan untuk mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi.

Kedua perusahaan menilai elektrifikasi bukan satu-satunya solusi menuju mobilitas rendah emisi sehingga kendaraan bermesin bensin yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, masih berpotensi menjadi bagian dari transisi menuju target emisi nol bersih di masa depan.

Pewarta : Chairul Rohman
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.