TNI dan PU pasok air bersih masyarakat terdampak banjir bandang Solok

2026/09/26

Solok (ANTARA) - Korem 032/Wirabraja menyiagakan unit pengolah air berteknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyediakan pasokan air bersih siap minum bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang (galodo) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno mengatakan fasilitas ini untuk merespons kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang.

"Salah satu dampak bencana alam di Solok adalah terputusnya jaringan air bersih, sehingga kami mengerahkan unit ini agar bisa menyuplai air bersih dan siap dikonsumsi oleh masyarakat," kata Brigjen TNI Aji Mimbarno saat dihubungi dari Kabupaten Solok, Sabtu.

Baca juga: Wapres minta cicilan warga terdampak banjir Solok diberikan keringanan

Danrem mengatakan unit pengolah air ini mampu mengolah air baku hingga seribu liter per hari di lokasi bencana, sehingga dapat meminimalkan risiko penyakit akibat pemakaian air tercemar.

“Harapannya unit ini dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama selama masa tanggap darurat,” kata dia.

Selain mengerahkan sarana pengolah air minum, jajaran TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat pendistribusian logistik serta pemulihan fasilitas umum yang rusak di Kabupaten Solok.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Wilayah Sumbar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Maria Doeni Isa mengatakan bencana tersebut merusak sekitar dua kilometer jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) di area Sungai Dareh.

Kondisi itu membuat sedikitnya 70 rumah warga di Kecamatan Gunung Talang itu tidak dapat mengakses air bersih pascabencana alam yang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam.

“Ada 70 rumah yang tidak bisa dilayani air bersih di Kecamatan Gunung Talang ini,” jelas dia.

Sebagai langkah penanganan darurat BPBPK Wilayah Sumbar telah memasang sejumlah hidran umum untuk mendukung layanan air bersih dengan kapasitas 50 ribu liter yang dipasok secara bertahap menggunakan tiga mobil tangki setiap harinya.

“Jadi, kami mengirimkan mobil tangki air per hari itu sekitar 50 kubik (50 ribu liter), ada tiga mobil tangki kita suplai dan pasang hidran umum untuk layanan air bersih," kata Maria.

Baca juga: Wapres pastikan kebutuhan pengungsi banjir bandang Solok terpenuhi

Baca juga: BNPB siap penuhi kebutuhan penanganan banjir bandang Kabupaten Solok

Ia menambahkan pemasangan pipa distribusi baru saat ini tengah dikerjakan seiring Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar selesai melakukan rekondisi lahan di lokasi terdampak.

Selain berdampak pada pemukiman dan sarana air warga, bencana galodo di Kabupaten Solok juga merusak 11 gedung perkantoran pemerintah daerah. Empat diantaranya mengalami rusak berat, yaitu Kantor DPRD, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas PU, serta sebagian Kompleks Kantor Bupati lama.

Terhadap empat bangunan perkantoran yang rusak berat akibat benturan material batu dan lumpur tersebut, Kementerian PU merekomendasikan adanya relokasi karena struktur bangunan sudah tidak layak dan berisiko untuk difungsikan kembali.

Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.