Sementara itu, Asisten Operasi Kodam IV/Diponegoro, Kolonel Mahmud, mengatakan sejumlah materi yang disampaikan dalam latihan kali ini yaitu menembak, pertolongan kesehatan, hingga bela diri. Selain itu, pembahasan teknis antar juga tidak luput dari perhatian.
Menurut Mahmud, latihan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan prajurit TNI AD maupun Angkatan Darat Australia.
"Tentu sangat penting sekali, ya. Di antaranya mungkin selain menambah pengetahuan dan kemampuan secara teknis prajurit, juga ini juga menunjukkan integrasi antara TNI Angkatan Darat dengan Australia, representatif antara negara Indonesia dan Australia bahwa untuk menjaga suatu kawasan, kita harus menjalin kerja sama antarnegara tetangga," jelas Mahmud.
Mahmud mengatakan, kondisi lahan yang kering selama musim kemarau menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan latihan Wirra Jaya Ausindo 2026. Terlebih, latihan tersebut mencakup materi menembak yang berisiko memicu kebakaran akibat percikan peluru.
"Jangan sampai kita menembak nanti cuma menimbulkan percikan jadi kebakaran. Itu juga salah satu langkah yang kita antisipasi jangan sampai terjadi itu. Itu juga salah satu tantangannya," ungkapnya.
Sebagai informasi, Latihan Wirrajaya merupakan latihan bilateral yang melibatkan Batalyon 5/7 Royal Australian Regiment dari Brigade ke-1 Angkatan Darat Australia dan personel TNI Angkatan Darat, termasuk Kostrad dan Kodam.
Latihan ini telah berlangsung sejak tahun 2013. Agenda ini dimulai sebagai latihan kolektif tingkat kompi selama 10 hari dan akhirnya berkembang menjadi kegiatan intensif selama tiga minggu.
Agenda tersebut digelar setiap tahun secara bergantian di Australia dan Indonesia. Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun genap, sedangkan Australia menjadi tuan rumah pada tahun ganjil.
Latihan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama pertahanan, meningkatkan interoperabilitas taktis, membangun kepercayaan bersama, serta berbagi pengetahuan mengenai doktrin, peralatan, dan taktik tempur.
Selain itu, latihan ini juga bertujuan memperkuat interoperabilitas antara Angkatan Darat Australia dan TNI Angkatan Darat melalui pertukaran pengetahuan, pembelajaran bersama, serta penguatan rasa saling menghormati dan persahabatan antarpersonel.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi pertolongan pertama tempur (combat first aid), penanganan korban (casualty care), bela diri militer (military self-defence), menembak tempur (combat shooting), hingga operasi drone. Seluruh materi dan keterampilan yang dipelajari akan diperagakan dalam kegiatan puncak latihan.