Tito sebut monumen bahasa Penyengat jadi jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia

2026/09/25

Tito sebut monumen bahasa Penyengat jadi jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia

Jumat, 25 September 2026 09:50 WIB

Image Print

Peletakan batu pertama pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (24/9/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.

"Pembangunan ini secara sistematis menandakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, dan semua jejaknya terkumpul di museum ini," kata Tito saat peletakan batu pertama proyek museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kamis.

Tito mengapresiasi Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebagai kepala daerah yang berani merealisasikan pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di tengah kondisi keterbatasan anggaran daerah.

Menurutnya proyek tersebut akan menjadi legacy yang luar biasa khususnya bagi warga Penyengat, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Termasuk saudara serumpun Melayu di Malaysia hingga Singapura.

Pembangunan museum dan monumen bahasa nasional juga menjadi pembakuan sejarah bagi warga yang hari ini menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan nasional.

Museum dan monumen ini semakin memperjelas dari mana asal muasal bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

Baca juga: Mendagri: Kepri semakin maju di usia ke-24 tahun

Ia mengutarakan bahasa Melayu memiliki peran historis dalam perkembangan bahasa Indonesia. Bahasa tersebut telah lama digunakan sebagai bahasa pengantar antardaerah, sehingga kemudian memiliki posisi penting dalam pembentukan identitas kebangsaan Indonesia.

"Kalau ingin tahu lebih dalam tentang asal-usul bahasa Indonesia dari bahasa Melayu. Kita bisa datang ke museum ini," ujar Tito.

Lebih lanjut Mendagri turut mengingatkan supaya pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Penyengat dapat terus berlanjut meskipun terjadi pergantian pemimpin/kepala daerah ke depannya.

Belajar dari pengalaman, kata Tito, banyak infrastruktur seperti stadion terbengkalai setelah terjadi pergantian pemimpin.

"Museum dan monumen ini jadi pemersatu bangsa Indonesia. Harus dijaga dan dilanjutkan siapapun pemimpinnya," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pembangunan museum dan monumen bahasa nasional merupakan bentuk komitmen untuk merawat jejak sejarah bahasa Indonesia yang berkembang dari bahasa Melayu di Kepri, khususnya Pulau Penyengat.

Baca juga: Cuaca Kepri hari ini, BMKG prakirakan hujan guyur Batam, Tanjungpinang

Dari Pulau Penyengat ini, kata dia, lahir seorang tokoh besar bernama Raja Ali haji yang kemudian mendapat gelar pahlawan nasion dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 2004.

"Raja Ali Haji dianggap berjasa karena meletakkan dasar tata bahasa dan kamus bahasa Melayu yang kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia," ucap Ansar.

Ansar menambahkan proyek museum dan monumen tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2027 dengan total anggaran sekitar Rp101 miliar.

Keberadaannya diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata, sejarah dan kebudayaan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tito: Monumen bahasa Penyengat jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia

Pewarta : Ogen
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.