Bagikan:
JAKARTA - Pemerintah Kuwait resmi mencabut izin operasional dan menutup satu-satunya sekolah swasta Iran yang beroperasi di negaranya.
Keputusan penutupan ini diambil oleh Kementerian Pendidikan Kuwait dengan klaim demi kepentingan umum, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan serangan balasan Iran ke negara-negara di wilayah Teluk alias Timur Tengah yang jadi tuan rumah pangkalan militer AS, termasuk Kuwait.
"Menteri Pendidikan mengeluarkan keputusan untuk mencabut izin operasional sekolah swasta Iran tersebut dan menutupnya," demikian bunyi teks keputusan Kementerian Pendidikan Kuwait yang dilihat oleh AFP, Kamis 6 Agustus.
Putusan kementerian itu sekaligus menginstruksikan agar para orang tua segera memindahkan anak-anak mereka dari sekolah swasta Iran di Kuwait ke lembaga pendidikan lain sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Langkah serupa juga diambil UEA pada awal konflik AS-Iran terhadap sekolah-sekolah dan rumah sakit yang dianggap memiliki kaitan dengan Pemerintah Iran.
Pada Maret 2026, UEA menutup rumah sakit yang terkait dengan Pemerintah Iran di Dubai, dan setidaknya empat sekolah Iran juga ditutup, menurut keterangan karyawan serta anggota komunitas Iran setempat.
"Institusi tertentu yang memiliki kaitan langsung dengan rezim Iran dan IRGC akan ditutup melalui langkah-langkah khusus setelah terbukti melanggar hukum UEA," klaim seorang pejabat UEA.
BACA JUGA:
Negara-negara Teluk diketahui menanggung dampak berat serangan balasan Iran atas agresi militer AS; Kuwait dan Bahrain menjadi pihak paling parah terdampak dalam beberapa minggu terakhir, setelah gencatan senjata antara AS dan Iran gagal.
Serangan berulang terhadap pembangkit listrik dan instalasi desalinasi di Kuwait mendorong pihak berwenang untuk meminta warga melakukan penghematan listrik bulan lalu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+