Tips Mengatasi Konflik Rumah Tangga Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

2026/09/29

AKURAT.CO Konflik dalam rumah tangga merupakan sesuatu yang dapat terjadi dalam kehidupan pasangan suami istri. Perbedaan kebiasaan, cara berkomunikasi, kondisi ekonomi, pekerjaan, maupun pola pengasuhan anak terkadang memunculkan persoalan yang membuat hubungan menjadi renggang.

Islam tidak menutup mata terhadap adanya konflik dalam keluarga. Namun, ketika masalah muncul, pasangan suami istri dianjurkan menyelesaikannya dengan cara yang baik, menjaga kehormatan satu sama lain, dan tidak membiarkan persoalan berkembang menjadi tindakan yang merugikan.

Rasulullah SAW memberikan banyak teladan tentang bagaimana memperlakukan pasangan dengan baik. Allah SWT berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.” (QS An-Nisa: 19).

Ayat tersebut menjadi salah satu prinsip penting dalam kehidupan rumah tangga. Lalu, bagaimana cara menghadapi konflik rumah tangga sesuai ajaran Islam?

Pertama, jangan menyelesaikan masalah ketika emosi sedang memuncak.

Ketika marah, seseorang dapat mengucapkan kalimat yang sebenarnya tidak ingin dikatakan. Karena itu, ketika pertengkaran mulai memanas, memberi waktu untuk menenangkan diri dapat menjadi langkah yang lebih bijaksana.

Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap persoalan marah. Beliau bersabda:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Hukum Ngemis Online di Platform TikTok Menurut Hukum Islam

Mengendalikan emosi bukan berarti mengabaikan masalah. Justru, ketenangan dapat membantu pasangan membicarakan persoalan dengan lebih rasional.

Kedua, biasakan berbicara dengan lembut.

Cara menyampaikan persoalan sering kali sama pentingnya dengan isi persoalan itu sendiri. Kritik yang disampaikan dengan penghinaan, bentakan, atau kata-kata yang merendahkan dapat membuat konflik semakin besar.