Tingkat pengangguran di Kaltim turun berkat serapan sektor pertanian - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/08/07

Samarinda (ANTARA) - Tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Mei 2026 mengalami penurunan 0,03 persen berkat serapan tenaga kerja di sejumlah lapangan usaha, terutama sektor pertanian dalam arti luas.

"Tingkat pengangguran terbuka di Kaltim pada Mei tahun ini sebesar 5,24 persen, turun 0,03 persen dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 5,27 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai di Samarinda, Kamis.

Sedangkan serapan pekerja yang membuat jumlah pengangguran menurun tersebut, lapangan kerja utama yang mendominasi pasar kerja adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menyerap pekerja paling banyak sebesar 19,01 persen.

Disusul sektor perdagangan besar dan eceran dengan serapan tenaga kerja 17,40 persen, diikuti sektor aktivitas penyediaan akomodasi dan makan minum dengan serapan sebesar 9,52 persen.

Secara jumlah, lapangan pekerjaan utama yang mengalami peningkatan penyerapan jumlah tenaga kerja terbanyak jika dibandingkan dengan Februari 2026 adalah sektor pendidikan dengan kenaikan 13.382 orang, perdagangan besar dan eceran menyerap 11.799 orang, dan lapangan usaha transportasi menyerap 9.948 tenaga kerja.

"Sementara lapangan pekerjaan utama yang secara absolut mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja terbanyak adalah sektor konstruksi, yakni turun 20.540 orang," katanya.

Ia menjelaskan bahwa secara umum jumlah angkatan kerja di Kaltim pada Mei 2026 sebanyak 2.124.284 orang, naik 17.978 orang dibanding Februari 2026.

Pada periode yang sama, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mengalami penurunan 0,06 persen jika dibanding dengan Februari tahun yang sama.

Pada Mei 2026, lanjutnya, penduduk yang bekerja di Kaltim sebanyak 2.012.913 orang, meningkat sebanyak 17.699 orang dari Februari 2026, dengan struktur lapangan pekerjaan didominasi pertanian dan perdagangan, sementara lapangan pekerjaan dengan kontribusi paling rendah ialah real estate yang tercatat 0,76 persen atau 15.218 tenaga kerja.

Jumlah penduduk bekerja pada kegiatan formal pada Mei 2026 tercatat sebanyak 1.119.357 orang atau mencapai 55,61 persen, meningkat sebesar 0,16 persen ketimbang Februari 2026.

"Selain jumlah pengangguran yang turun, persentase pekerja setengah pengangguran juga turun 0,22 persen, kemudian persentase pekerja paruh waktu turun 0,13 persen dibandingkan dengan Februari 2026," kata Rifai.

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.