Tim gabungan tekan potensi titik api dari Gunung Butak kembali meluas - ANTARA News Jawa Timur

2026/09/16

Malang Raya (ANTARA) - Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko menyatakan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran di area Gunung Butak melalui operasi darat dan udara, guna menekan potensi meluasnya titik api akibat faktor angin kencang.

"Upaya melalui operasi darat maupun udara yang sampai saat ini bisa kami lakukan dan dioptimalkan," kata Kelik melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima  di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Dia menyampaikan titik api yang sebelumnya berada di Gunung Butak kini telah menjalar ke arah Batu Tulis dan area hutan di wilayah Kucur.

Kemudian, api juga mengarah ke Kricik yang berada di Kabupaten Blitar.

"Luas terdampak sampai kemarin Selasa 1.050 hektare," ucapnya.

Luas area terdampak kebakaran ini mengalami peningkatan dari data yang diterima pada Senin (14/9), yakni sekitar 700 hektare dan meliputi area Gunung Butak dan Kawinajang.

Kelik menyatakan, untuk operasi pemadaman lewat udara melalui water bombing pada hari ini telah dilakukan sebanyak 11 kali sejak pukul 06.30 sampai dengan 11.00 WIB.

Water bombing dilakukan dengan menggunakan satu unit helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

"Sudah dilakukan water bombing selama tiga hari berturut-turut tetapi belum bisa padam karena angin yang bertiup kencang dan upaya melalui darat terkendala medan terjal," katanya.

Kemudian dari sisi darat, ia menyatakan bahwa proses penanganan dilakukan melalui pembuatan ilaran atau sekat bakar, seperti yang diterapkan petugas gabungan di Blok Gunung Malang.

"Dan rencana besok 17 September akan dilakukan water bombing kembali, selain tetap melalui (operasi) darat dengan membuat sekat bakar pada lokasi yang memungkinkan," ujar dia.

Upaya pemadaman dan antisipasi meluasnya titik api total melibatkan 100 personel gabungan yang berasal dari Posko Pesanggrahan, Selorejo, Precet, Pujon Kidul, dan Ngantang.

"Kalau soal operasi modifikasi cuaca (OMC) akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan BPBD," tutur Kelik.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.