Tim gabungan siagakan pos pantau pasca-karhutla di Kampung Sangsang Kutai Barat - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/08/22

Balikpapan (ANTARA) - Tim gabungan menyiagakan pos pantau pasca- kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur guna mengantisipasi kemunculan titik api susulan.

Kebakaran di Kampung Sangsang dipicu cuaca ekstrem sejak Rabu (12/8) dan berhasil dipadamkan oleh tim gabungan terdiri atas TNI, Polri, serta masyarakat yang melokalisasi rambatan api yang menghanguskan lahan seluas 3-5 hektare.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo di Balikpapan, Sabtu, mengapresiasi respons cepat prajurit Brigade Infanteri (Brigif) TP 85/Benuo Taka Cakti dalam penanggulangan dini di tengah cuaca kering yang ekstrem tersebut.

"TNI akan selalu hadir membantu masyarakat. Kesiapsiagaan ini bagian dari upaya menjaga keselamatan warga dan lingkungan,” kata Pangdam.

Aksi pemadaman awal sebelumnya mengerahkan prajurit Brigif TP 85/Benuo Taka Cakti bersama warga, aparat TNI-Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Petugas mengoptimalkan selang pemadam, pompa portabel, serta peralatan "jet shooter" untuk melokalisasi rambatan api hingga kobaran utama berhasil dipadamkan pada Kamis (13/8).

Saat ini, petugas gabungan ditempatkan di sekitar area bekas terbakar untuk melakukan pengecekan berkala serta pendinginan pada beberapa titik vegetasi kering yang masih menyisakan bara api.

Tim gabungan memastikan jalur api sudah tertutup sepenuhnya sehingga tidak ada risiko rambatan ke area permukiman warga.

Namun, pemantauan berkala akan terus disiagakan hingga kondisi wilayah dinyatakan benar-benar aman.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kutai Barat, total luas kebakaran lahan di wilayah tersebut sepanjang Agustus 2026 telah mencapai 415,51 hektare yang tersebar di berbagai lokasi.

Terkait kondisi ini, aparat mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas jika melihat kemunculan asap atau titik api di area terbuka agar dapat diantisipasi sejak dini.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.