Tim gabungan masih tangani karhutla 36 hektare di Singkawang - ANTARA News Kalimantan Barat

2026/09/06

Bengkayang (ANTARA) - Tim gabungan masih menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar 36 hektare lahan di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Kasi Humas Polres Singkawang IPTU Hidayatno mengatakan, penanganan masih difokuskan pada pemadaman titik api, pendinginan, dan penyisiran karena petugas masih menemukan bara serta kepulan asap di sejumlah bagian lahan.

"Penanganan karhutla ini sudah berlangsung selama 15 hari secara intensif dan kini memasuki hari ke-16. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman," kata Hidayatno di Singkawang, Minggu.

Ia menjelaskan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare dan didominasi tanah gambut dengan vegetasi berupa kebun sawit, karet, nanas, rambutan, semak belukar, serta rerumputan yang mengering.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena lahan gambut dan vegetasi kering membuat api mudah menyebar. Bara api juga dapat bertahan di dalam lapisan gambut sehingga membutuhkan pendinginan secara berulang.

"Api untuk sementara berhasil dikendalikan, namun petugas masih menemukan beberapa titik api kecil dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan," ujarnya.

Lebih dari 130 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan tersebut. Mereka terdiri atas personel Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, Brimob Polda Kalimantan Barat, TNI, BPBD Kota Singkawang, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur Kecamatan Singkawang Utara.

Petugas juga menggunakan sejumlah mesin pompa air dan mobil tangki pemadam. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala keterbatasan sumber air karena lokasi sumber air berjarak sekitar 250 hingga 500 meter dari titik kebakaran.

Hidayatno mengatakan petugas terus menyisir kawasan yang terdampak dan menyiram bagian lahan yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah bara api kembali menyala dan meluas ke area lain.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Kondisi cuaca panas dan musim kemarau turut meningkatkan risiko kebakaran karena membuat vegetasi di sekitar lokasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar.

Polres Singkawang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap untuk mencegah kebakaran meluas.

Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.