Jakarta (ANTARA) - Pemerintah akan mengirim tiga batalyon prajurit dari Jawa ke Kalimantan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah keterbatasan personel di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Sabtu, mengatakan tambahan sekitar 1.200 prajurit tersebut direncanakan tiba di lokasi pada Sabtu atau paling lambat Minggu (23/8) untuk membantu proses pemadaman karhutla.
“Sehingga tadi di dalam rapat koordinasi masih dibutuhkan tambahan, dan rencananya akan ada pengiriman kurang lebih tiga batalyon kembali ya dari apa namanya perbantuan dari Jawa, jumlah kurang lebih mencapai 1.200 prajurit insyaallah sore ini atau paling lambat besok sudah berada di lokasi,” kata Prasetyo.
Penambahan personel tersebut merupakan salah satu keputusan Presiden Prabowo Subianto setelah menerima laporan dan berdiskusi dengan jajaran terkait mengenai kebutuhan untuk memperkuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
Selain personel, Presiden juga memutuskan penambahan berbagai peralatan untuk mendukung operasi pemadaman, termasuk helikopter untuk water bombing, pompa air, pompa untuk sumur bor, mobil tangki, dan mobil pemadam kebakaran.
“Beberapa hal juga langsung diputuskan oleh Bapak Presiden, penambahan-penambahan peralatan, mulai dari helikopter untuk water bombing, kemudian pompa air, kemudian di sini tadi juga kebutuhan pompa untuk sumur bor, kemudian juga penambahan personel,” kata Prasetyo.
Baca juga: Presiden Prabowo tinjau langsung lokasi karhutla di Kubu Raya Kalbar
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo juga meminta pemerintah provinsi dan seluruh jajaran memastikan masyarakat yang terdampak karhutla mendapatkan penanganan dengan sebaik-baiknya.
Presiden, kata dia, turut memberikan apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB, BMKG, relawan, serta unsur lainnya yang bekerja siang dan malam untuk memadamkan karhutla.
Prasetyo menambahkan Presiden juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat hingga tingkat paling bawah untuk mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca yang sangat kering.
“Tidak bosan edukasi kepada masyarakat kita sampai ke level yang paling bawah, untuk sekali lagi menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan potensi munculnya api yang dalam kondisi seperti sekarang akan sangat berbahaya karena bisa membesar dan merugikan kita semua,” kata Prasetyo.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.