Tiga ABK Selamat, KM Usaha 2 Karam Dihantam Gelombang di Perairan Bunyu

2026/07/20

Bagikan:

BULUNGAN – Kapal kayu KM Usaha 2 karam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Sungai Tapa, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Minggu 19 Juli.

Kapolresta Bulungan Kombes Rofikoh Yunianto melalui Kasi Humas Aipda Hadi mengatakan, seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim gabungan.

"Peristiwa itu bermula saat KM Usaha 2 berlayar dari Dermaga 30 Ton Bunyu menuju tambak di kawasan Marungau, Tanah Merah, Kabupaten Tana Tidung, dengan membawa muatan kayu bekas bongkaran rumah," kata Aipda Hadi, Senin, 20 Juli.

"Kapal dinakhodai Abdul Karim bersama dua orang ABK. Di tengah perjalanan cuaca berubah drastis, terjadi hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi hingga air masuk ke badan kapal," sambung dia.

Nahkoda kemudian berupaya menyelamatkan kapal dengan mengarahkan haluan ke pesisir Sungai Tapa. Namun, derasnya gelombang membuat kapal berulang kali menghantam pepohonan di tepi pantai hingga lambung kapal pecah dan akhirnya tenggelam.

"Juragan kapal bersama dua ABK segera menyelamatkan diri dengan memanjat pohon di sekitar lokasi. Salah seorang ABK kemudian mengirimkan video kondisi mereka kepada warga Bunyu untuk meminta bantuan," ujarnya.

Kejadian itu diketahui setelah warga melaporkannya ke Polsek Pulau Bunyu sekitar pukul 10.30 Wita. Setelah itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Danposal Bunyu, empat personel Posal Bunyu, dua personel Polsek Bunyu, serta tiga nelayan setempat bergerak menuju lokasi menggunakan dua unit speed boat.

Sekitar pukul 12.05 Wita, tim tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi Abdul Karim bersama dua ABK dari atas pohon tempat mereka berlindung.

"Ketiga korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Setelah dibawa ke Posal Bunyu dan dimintai keterangan, kondisi juragan maupun kedua ABK dipastikan sehat dan tidak mengalami luka serius," jelas Hadi.

Operasi pencarian dan penyelamatan berakhir sekitar pukul 13.30 Wita. Seluruh korban kemudian kembali ke rumah masing-masing.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak memaksakan berlayar ketika cuaca memburuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Apabila terjadi kondisi darurat di laut, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," katanya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+