The Indonesia Pro-Am: Pegolf China Melesat ke Puncak

2026/08/20

Bogor -

Terjadi pergantian di pucuk klasemen hari kedua The Indonesia Pro-Am. Di nomor individual, pegolf China kini menguasai klasemen.

Pada hari kedua The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura di lapangan Gunung Geulis Country Club, Kamis (20/8), pemain China Andy Xu membukukan skor terendah.

Pegolf berusia 24 tahun tersebut membukukan skor 64 (7-di bawah-par). Hasil ini langsung mendongkrak alumnus University of San Diego, AS, tersebut ke puncak leaderboard. Xu yang mulai berstatus pegolf profesional pada 2024 ini memimpin dengan total 130 (12-di bawah-par).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bermain di West Course hari ini. Kondisinya (lapangan) memang tidak mudah. Tentu saja ada banyak kesempatan untuk birdie, tapi greennya cukup sulit. Saya melakukan 2-3 putt hari ini. Tapi saya tetap menjaga, memasukkan banyak putt, dan mendapatkan speed yang tepat. Hal utama adalah jangan terlalu agresif, dan tetap menjaga kecepatan. Itu sangat membantu saya hari ini," kata Xu dalam rilis kepada detikSport.

Meski memimpin klasemen, posisi Xu memang belum aman. Ia hanya unggul satu pukulan dari dari dua pegolf, Khavish Varadan (Malaysia) dan Darcy Brereton (Aaustralia), yang sama-sama mengumpulkan total 11-di bawah-par.

Selain itu, Nitithorn Thippong (Thailand) dan pegolf tuan rumah Kevin C. Akbar yang berada di T4 pun bisa memberikan ancaman dengan total 10-di bawah-par.

Kevin bahkan mengincar gelar juara keduanya di The Indonesia Pro-Ama setelah di edisi perdana tahun 2023.

Selain Kevin, ada dua wakil Indonesia yang juga lolos di nomor profesional rookie, Amadeus Christian Sutanto dan Peter Gunawan, ketika batas cut ditetapkan pada total 139 (3-di bawah-par).

Amadeus membukukan skor total 136 (6-di bawah-par), sedangkan Peter mencetak 3-di bawah-par. Bagi Amadeus, ini merupakan pencapaian apik pada debutnya di Asian Development Tour Tour sebagai pemain profesional.

Sementara dari kategori tim, pasangan Parathakorn Suyasri (Indonesia) dan Luke Evan Moore (am) berbagi tempat dengan Waris Manthorn (Thailand)/Steven Dirga Setya (am.) setelah sama-sama membukukan skor total 119.

Namun, keduanya hanya unggul tipis satu pukulan dari pasangan Khavish Varadan (Malaysia)/Yosia Raja Simarmata (am.), Michele Ortolani (Italia)/Maureen Shavelle Yose (am.), serta Jazz Janewattananond (Thailand)/Matthew Wanandi (am.), yang telah mengumpulkan skor total 120.

Sebanyak 20 tim berhasil meloloskan diri ke putaran final, Jumat (21/8). Batas cut ditetapkan pada skor total 125.

(mrp/ran)