Terjebak Banjir Bandang Nepal, Nasib 80 Peziarah Hindu Masih Misteri

2026/08/27

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet menyebabkan puluhan jemaah Hindu dari berbagai negara dilaporkan hilang. Mereka disebut tengah melakukan perjalanan ziarah ke kawasan Gunung Kailash di Tibet ketika bencana terjadi.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (27/8/2026) pemimpin spiritual Hindu asal India, Sadhguru atau Jagdish Vasudev, menyampaikan kabar tersebut melalui sebuah video emosional yang diunggah di akun media sosialnya. Sadhguru diketahui memiliki jutaan pengikut.

Dalam pernyataannya, Sadhguru mengatakan 80 jemaah berada di kantor imigrasi perbatasan Nepal-China ketika banjir menerjang pada Rabu.

Ia juga mengunggah rekaman kamera pengawas dari sisi China yang memperlihatkan dahsyatnya bencana. Dalam video tersebut, dinding lumpur dan material longsoran terlihat menerjang bangunan perbatasan.

80 Jemaah dari Berbagai Negara

Menurut Sadhguru, para jemaah yang berada di lokasi tersebut berasal dari berbagai negara.

Rinciannya, 22 orang dari Amerika Serikat, 12 dari Kanada, 11 dari Australia, sembilan dari Inggris, empat dari Jerman, tiga dari Prancis, dan tiga dari Nepal.

Selain itu, terdapat dua jemaah dari Belanda, dua dari Selandia Baru, dua dari Spanyol, dan dua dari Singapura.

Masing-masing satu jemaah disebut berasal dari Finlandia, Hungaria, Israel, Lithuania, Filipina, Portugal, Rusia, dan Afrika Selatan.

Dari total 80 jemaah tersebut, 34 merupakan laki-laki dan 46 perempuan. Namun, Sadhguru menegaskan bahwa informasi tersebut belum diverifikasi secara independen.

“Secara harfiah, seluruh kelompok berada di dalam gedung. Ini adalah peristiwa yang mengerikan dan luar biasa,” kata Sadhguru.

Ia mengatakan kondisi di lokasi membuat upaya untuk mengetahui keadaan para jemaah menjadi sangat sulit.

“Semua telepon mati, jaringan telekomunikasi terputus, jalan-jalan terblokir, kami tidak dapat pergi ke sana,” ujarnya.