Terbang Sambil Video Call, Garuda Indonesia Uji Coba Internet Cepat di Udara

2026/08/19

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia mengakselerasi transformasi layanannya dengan menggelar pilot project high speed inflight connectivity pada penerbangan GA-XX. Inovasi ini memungkinkan penumpang menikmati akses internet berkecepatan tinggi, termasuk melakukan panggilan video di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa pengembangan fasilitas internet cepat di udara ini merupakan wujud nyata transformasi perseroan dalam menghadirkan nilai tambah yang relevan bagi kebutuhan digital para pengguna jasa.

"Transformasi Garuda Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan operasional, tetapi juga bagaimana transformasi tersebut dapat dirasakan langsung melalui pengalaman perjalanan yang semakin relevan bagi pengguna jasa. High speed inflight connectivity menjadi salah satu inovasi yang kami persiapkan untuk menghadirkan nilai tambah tersebut," jelas Glenny dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).

Menariknya, uji coba konektivitas berkecepatan tinggi ini digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kampanye bertajuk 'Sinyal Merdeka'.

Aktivasi unik dilakukan di dalam kabin, di mana siaran langsung pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dipancarkan via koneksi internet pesawat dan diperdengarkan kepada penumpang melalui public address (PA) system.

Spesial dalam uji coba ini, sebanyak 81 penumpang terpilih mendapatkan akses khusus untuk menjajal layanan internet generasi baru tersebut. Angka 81 ini dipilih secara khusus sebagai simbol representasi usia kemerdekaan Indonesia.

Cara Baru Peringati Kemerdekaan RI

Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)

Perbesar

Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)

Glenny menyebut aksi ini sebagai cara baru maskapai BUMN tersebut memperingati hari kemerdekaan berbasis teknologi. Hasil dari pilot project ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh, mencakup performa koneksi, pengalaman pengguna, kesiapan operasional, faktor keselamatan, hingga kepatuhan pada regulasi penerbangan.

Pengembangan fitur ini bakal diimplementasikan secara bertahap mulai tahun 2027 dengan menyesuaikan kesiapan armada serta teknologi pendukung.

"Ini merupakan langkah awal dari pengembangan yang akan terus kami lakukan. Ke depan, kami ingin pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia semakin seamless dan terkoneksi tanpa meninggalkan karakter layanan khas Indonesia yang menjadi kekuatan kami," katanya.

"Di momentum Kemerdekaan ini, Sinyal Merdeka menjadi simbol semangat kami untuk membawa Garuda Indonesia terbang lebih tinggi melalui inovasi yang relevan, sekaligus membawa Indonesia semakin maju dalam perkembangan industri penerbangan global," lanjut Glenny.

Dorong Wisatawan Mancanegara Lewat 'Free Domestic Flight'

Selain inovasi teknologi di udara, Garuda Indonesia berkolaborasi dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney untuk menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) agar mengeksplorasi ragam destinasi di tanah air.

Melalui program Free Domestic Flight, Garuda Indonesia membagikan penerbangan domestik gratis bagi turis asing yang memegang tiket pulang-pergi penerbangan internasional Garuda Indonesia.

Kepala Pemasaran Grup Garuda Indonesia, Prina Eka Putri, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar pergerakan turis asing tidak hanya berpusat di titik-titik populer seperti Jakarta dan Bali.

"Tujuannya adalah agar tidak hanya berhenti di satu titik di Indonesia, tapi juga merambah ke domestic destination lainnya yang ada di Indonesia," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/8).

Menyesuaikan dengan simbolisme Hari Kemerdekaan Indonesia, Garuda Indonesia menyediakan sebanyak 170.845 kursi penerbangan domestik khusus dalam program promo tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6