Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:50 WIB
VIVA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menyiapkan sejumlah terobosan untuk memperluas penyelenggaraan kompetisi olahraga nasional. Agenda tersebut mencakup Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai, PON Bela Diri, PON Indoor, hingga PON Remaja.
Baca Juga
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, menyampaikan rencana tersebut dalam peringatan HUT ke-88 KONI. Dia menegaskan, berbagai agenda baru itu menjadi bagian dari upaya organisasi dalam membina dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tahun ini kita akan melaksanakan PON Pantai di Ancol. Selanjutnya, pada awal 2027 kita menyelenggarakan PON Bela Diri, PON Indoor, dan PON Remaja," ujar Marciano.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, Marciano juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan staf KONI Pusat, KONI provinsi hingga kabupaten/kota, induk organisasi cabang olahraga, serta organisasi fungsional yang selama ini berkontribusi dalam pembinaan olahraga prestasi.
Peringatan HUT ke-88 KONI turut diisi dengan penayangan video perjalanan PON yang menggambarkan peran organisasi tersebut dalam pembinaan olahraga Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.
Baca Juga
Selain menghadirkan sejumlah format kejuaraan baru, KONI Pusat juga memperkuat kemitraan dengan sektor industri. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Chandra Asri yang direncanakan menghadirkan kompetisi nasional cabang olahraga panahan dan panjat tebing pada 2027.
PON 2028 Disiapkan Tanpa Pembangunan Venue Baru
Di tengah rencana pengembangan kompetisi nasional, KONI Pusat juga mempersiapkan penyelenggaraan PON XXII/2028 yang telah ditetapkan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Marciano mengungkapkan, pihaknya telah menugaskan Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, bersama tim untuk meninjau kondisi wilayah Nusa Tenggara setelah bencana alam.
Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kelayakan venue olahraga yang akan digunakan sekaligus mengkaji kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan apabila diperlukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Marciano menegaskan, penyelenggaraan PON 2028 harus mengutamakan efisiensi anggaran. Karena itu, KONI tidak merencanakan pembangunan gelanggang olahraga baru untuk mendukung pelaksanaan pesta olahraga nasional tersebut.
"Menjabarkan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa PON harus tetap berjalan, tuan rumah yang terpilih adalah NTT dan NTB. Kita akan mempertandingkan cabang olahraga yang venue-nya sudah tersedia di NTT dan NTB, sementara sisanya akan dialihkan ke Jakarta," tegas Marciano.
Halaman Selanjutnya
Kebijakan tersebut membuat ketersediaan fasilitas olahraga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan lokasi pertandingan. Cabang olahraga yang memiliki venue memadai di NTT dan NTB akan tetap digelar di kedua provinsi tersebut, sedangkan cabang lainnya direncanakan berlangsung di Jakarta.