Surabaya (ANTARA) - Tarian kolosal Kampung Pancasila mewarnai puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Senin, mengatakan pada upacara kali ini disemarakkan oleh pertunjukan seni tari kolosal yang mengusung tema Kampung Pancasila.
"Tarian tersebut mengilustrasikan pentingnya mengamalkan filosofi dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat untuk menciptakan kesenjangan yang makin terkikis serta menghapus angka kemiskinan di Kota Surabaya," kata Eri Cahyadi.
Dalam kegiatan kali ini, kata dia, Pemkot Surabaya juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 966 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.
"Jaga integritas, menghindarkan diri dari tindakan korupsi, serta senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi," katanya.
Ia menyampaikan pesan yang ditujukan kepada generasi muda sebagai pemegang estafet pembangunan kota untuk aktif mempertahankan kemerdekaan.
“Pada momentum ini, saya mengajak seluruh pemuda Surabaya untuk tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan mewarisi 'api perjuangan' Bung Karno dengan terlibat aktif menjaga dan mempertahankan kemerdekaan di kota ini,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri ini berharap anak muda terus hadir memberikan solusi nyata terhadap persoalan kota, seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, pencegahan anak putus sekolah, hingga pemberantasan aksi kekerasan dan premanisme.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk terlibat dalam pergerakan ekonomi daerah, termasuk penguatan sektor hotel, restoran, dan kafe serta pemberdayaan UMKM kepemudaan,” ujarnya.
Untuk menjaring aspirasi pemuda di momentum kemerdekaan RI, Pemkot Surabaya juga akan mengumpulkan perwakilan anak muda dari seluruh RW mulai pekan depan. Agenda tersebut akan diisi dengan deklarasi bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan lingkungan masing-masing.
“Mengingat sejarah Paskibra tahun 1946, Bung Karno menegaskan bahwa yang mengibarkan bendera bukanlah orang-orang biasa, melainkan mereka yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Karakter itulah yang harus dimiliki dan melekat pada seluruh anak muda di Kota Surabaya,” ujarnya,
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.